Pengertian Wayang Menurut Para Ahli, Jenis dan Fungsi Wayang

Apakah kamu pernah menonton wayang? Wah, kalau pernah artinya kamui sangat beruntung ya. Sebab di era sekarang ini sudah sangat jarang tersedia hiburan wayang. Salah satu alasannya ialang generasi sekarang yang mulai melupakan budaya Indonesia.

Demi menambah wawasan mengenai budaya Indonesia khususnya wayang, Wayang, yuk belajar bareng! Sebab kali ini kita akan mengulas mengenai wayang mulai dari pengertian, jenis dan fungsinya.

Wayang merupakan suatu bentuk pementasan tradisional yang dihidangkan oleh seorang pencerita. Pementasan ini memakai boneka dan sejenisnya sebagai media pementasan. Wayang termasuk sebagai seni, tepatnya merupakan seni pementasan asli Indonesia yang tumbuh pesat di Pulau Jawa dan Bali. Terkenal juga di Sumatera dan Semenanjung Malaya yang mempunyai beberapa budaya wayang. Bisa dikatakan bahwa budaya ini termotivasi oleh kebudayaan Jawa dan Hindu.

Pengertian wayang menurut para ahli yaitu:

  • Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

KBBI mendefinisikan wayang sebagai boneka tiruan orang yang terbuat dari pahatan kulit atau kayu dan sebagainya. Boneka ini dapat dimanfaatkan untuk memerankan tokoh pada pertunjukan drama tradisional seperti di Bali, Jawa, Sunda dan sederet wilayah lainnya. Boneka ini biasanya dimainkan oleh seseorang yang disebut dalang

  • Sri Mulyono

Wayang berasal dari kata bahasa Indonesia (Jawa) asli. Berarti bayang-bayang, atau bayang yang berasal dari akar kata “yang” mendapat tambahan “wa” yang kemudian menjadi kata wayang.

  • Supriyo

Supriyo mendefinisikan wayang sebagai  salah satu bentuk teater tradisional tertua. Dimana pada masa pemerintahan Raja Balitung, sudah ada petunjuk adanya pertunjukan wayang. Terdapat pada prasasti Balitung dengan tahun 907 Masehi, yang menuliskan bahwa pada saat itu telah dikenal adanya pertunjukan wayang.

  • G. A.J. Hazzeu

Dr. G. A.J. Hazzeu memberikan pengertian wayang adalah pertunjukkan asli Jawa. Wayang yang dimaksud yaitu “Walulang inukir” atau kulit yang diukir dan dilihat bayangannya pada kelir.

  • Kusumajadi

Wayang adalah bayangan orang yang sudah meninggal. Kusmajadi mengatakan bahwa orang yang digambar itu sudah meninggal. Dimana kata wayang tadi dari suku kata wa dan yang.  Wa: trah yang berarti turunan, yang: hyang yang berarti eyang kakek dalam maksud yang sudah meninggal.

Jenis-Jenis Wayang

Setelah memahami pengertian wayang, mari kita lihat jenis-jenis wayang. Adapun beberapa jenis jenis wayang adalah sebagai berikut:

  • Wayang Kulit

Wayang Kulit termasuk salah satu kesenian tradisi yang berkembang, khususnya pada kalangan masyarakat Jawa. Tidak hanya bertujuan sebagai pementasan, wayang kulit juga berperan sebagai alat untuk meditasi mengarah roh kebatinan para dewa.

  • Wayang Bambu

Seperti namanya, wayang bambu tentunya terbuat dari bamboo. Lebih tepatnya terbuat dari ranting bambu bagian dalam. Nah, kesenian wayang bamboo diciptakan dan ditumbuhkan oleh Ki Drajat. Beliau jugalah orang pencerita dan penciptanya.

  • Wayang Golek

Wayang golek merupakan seni tradisional asal daerah Sunda. Dimana pementasan wayang yang tercipta dari boneka kayu. Wayang jenis ini sangat terkenal di kawasan Tanah Pasundan. Terhitung kawasan tranmisinya terhampar luas dari Cirebon di sebelah timur hingga kawasan Banten di sebelah barat. Bahkan termasuk di daerah Jawa Tengah yang berbatasan dengan Jawa Barat.

  • Wayang Orang

Seperti namanya, wayang orang dalam hal ini diperankan memakai orang. Orang dalam hal ini menjadi aktor dalam alkisah wayang yang sedang dimainkan.

Fungsi Wayang

Pada hakikatnya ada banyak fungsi wayang. Namun garis besar wayang memiliki fungsi sebagai berikut:

  • Wayang sebagai penggambaran alam pikiran orang dualistik. Dimana ada dua hal, pihak atau kelompok yang saling bertentangan. Dalam hal yang dimaksud baik & buruk, lahir & batin, serta halus & kasar. Keduanya hal ini kemudian bersatu dalam diri manusia demi mendapat keseimbangan
  • Wayang dapat difungsikan sebagai sarana pengendalian sosial. Misalnya dengan kritik sosial yang disampaikan dengan lucu dan berbau humor.
  • Wayang sebagai sarana pengukuhan status sosial. Karena yang bisa menanggap wayang adalah orang terpandang dan mampu menyediakan biaya besar. Maka dapat dilihat bahwa wayang juga menanamkan solidaritas sosial, sarana hiburan dan juga pendidikan.

Demikianlah ulasan kami mengenai wayang yang mengulik mulai dari pengertian, jenis dan fungsinya. Semoga artikel kami membantu dan juga menambah wawasan baru, khususnya mengenai wayang. Terimakasih sudah singgah dan semoga harimu menyenangkan.