Pentingnya Kalibrasi

Kalibrasi digunakan untuk memastikan bahwa hasil dari pengukuran yang dilakukan  benar-benar akurat. Hasil dari pengukuran yang tidak konsisten akan mendapati dampak langsung pada kualitas produk. Kalibrasi yaitu suatu proses pengecekkan dan pengaturan akurasi dari alat ukur dengan membandingkan standar yang telah tertelusuri melalui standar nasional ataupun internasional serta bahan-bahan acuan yang juga tersertifikasi.

Bahkan alat ukur yang paling mahal juga bisa rusak. Hal ini karena kurangnya akurasi setelah dipakai dalam jangka waktu yang ditentukan. Dilakukannya kalibrasi alat ukur bukan hanya sekedar memenuhi salah satu dari persyaratan Sistem Manajemen Mutu, Sistem Manajemen Lingkungan atau Sistem Manajemen K3.

  1. Pengertian Kalibrasi

Kalibrasi merupakan kegiatan  menentukan konvensional nilai penunjukkan pada alat ukur dan juga bahan ukur. Dilakukannya dengan cara membandingkan  standar ukur yang mampu telusur pada standar nasional hingga internasional untuk satuan ukuran di internasional dan bahan-bahan acuan tersertifikasi lainnya.

Secara umum  kalibrasi adalah suatu kegiatan untuk menentukan bagaimana kebenaran dari konvensional nilai penunjukkan alat ukur dan juga bahan ukur dengan cara membandingkan berdasarkan standar ukur yang bisa telusur (traceable) ke standar nasional sampai internasional untuk satuan ukuran atau internasional disertai dengan bahan-bahan acuan tersertifikasi lainnya.

  1. Waktu Pelaksanaan Kalibrasi

Kalibrasi dilakukan menggunakan suatu alat ukur, tentang waktunya tergantung pada ciri-ciri dan tujuan pemakaian alat ukur itu sendiri. Berdasarkan  karakteristiknya, ketika makin tinggi kualitas metrologis, maka akan makin panjang pula selang kalibrasinya. Dipahami dari segi pemakaiannya, ketika semakin kritis pemakaiannya, akan semakin kecil pula dampak dari hasil ukurnya, serta menjadikannya semakin pendek dari selang kalibrasinya.  Diketahui bahwasanya selang waktu kalibrasi dipengaruhi oleh jenis alat ukur, seberapa banyak pemakaian dan juga pemeliharaan dari alat itu.

Adapun waktu-waktu kalibrasi acapkali dinyatakan dengan beberapa cara yaitu, sebagai berikut:

  1. Dinyatakan dalam kurun waktu kalender, contohnya pada enam bulan sekali, setahun sekali hingga seterusnya
  2. Dinyatakan berdasarkan pemakaiannya, misal dalam kurun waktu 1000 jam pakai, 5000 jam pakai dan seterusnya
  3. Kombinasi antara cara pertama dan kedua, misalnya pada enam bulan sekali ataupun 1000 jam pakai.

Kegiatan bisa dikatakan sebagai kegiatan kalibrasi ialah  apabila kegiatan tersebut menghasilkan hal-hal berikut:

  1. Mendapati sertifikasi kalibrasi
  2. Mempunyai lembar hasil kalibrasi yang melampirkan, dan mencantumkan hingga berisikan tentang angka koreksi, deviasi dan juga penyimpangan, ketidakpastian serta standart penyimpangan yang telah disetujui
  3. Label ataupun penandanya

Kalibrasi sebenarnya hanya ditujukan untuk alat yang baik atau yang sedang dalam masa pengoperasionalan. Bukan ditujukan untuk alat-alat yang mengalami kerusakan. Alat rusak seharusnya diperbaiki terlebih dahulu baru setelah itu bisa dilakukan pengujian serta kalibrasi untuk dapat memastikan bahwa alat tersebut betul-betul berada dalam kondisi yang baik.

  1. Prinsip Dasar Kalibrasi

  • Obyek Ukur/Unit Under Test
  • Alat standar kalibrasi, Prosedur/Metrode standar (Mengacu pada standar kalibrasi internasional ataupun prosedur yang dikembangkan sendiri dari laboratorium yang benar-benar sudah diuji
  • Operator dengan disyaratkan mempunyai kemampuan teknis tentang kalibrasi yang bersertifikat
  • Lingkungan yang berada dalam kondisi suhu dan juga kelembaban terkontrol. Gangguan faktor dari lingkungan luar  berasal dari sumber ketidakpastian dari alat pengukuran
  1. Manfaat Kalibrasi

Manfaat kalibrasi sesungguhnya sangat banyak, yaitu sebagai berikut :

  • Menjamin nilai ukuran yang tertelusur.

Dengan pengadaan kalibrasi alat ukur di laboratorium yang telah diakreditasi, maka hasil tersebut juga dapat diterima dimana saja, karena semua laboratorium kalibrasi akan mengacu pada Standar Satuan Internasional.

  • Menghindari terjadinya cacat produk.

Saat alat ukur tidak bisa di kalibrasi atau masa kalibrasinya telah terlewat, maka hal tersebut masih bisa di gunakan untuk mengukur suatu produk.

  • Menjaga kondisi alat ukur terjaga serta tetap sesuai pada spesifikasinya.

Alat ukur acapkali  mengalami penurunan performa setelah dipakai dalam jangka waktu yang terbilang lama. Dengan dilakukannya kalibrasi terus menerus, kita bisa mengetahui apakah alat ukurnya masih bisa disesuaikan dengan spesifikasi atau malah harus diperbaiki bahkan jika perlu akan dilakukan penggantian.

  • Menghindari adanya resiko bahaya serta meminimalisir terjadinya kecelakaan pada saat kerja.

Alat-alat ukur yang berkaitan dengan Safety pun juga harus Anda kalibrasi dengan secara berkala, hal tersebut demi menjaga keselamatan kerja.