Pengertian Litosfer, Struktur Lapisan Litosfer dan Jenis – Jenis Batuan Penyusun Litosfer

Litosfer adalah sebuah  lapisan batuan yang mampu membentuk kulit bumi. Lapisan bumi yang paling atas ini terdiri dari sejumlah jenis batuan. Planet bumi terdiri dari beberapa lapisan batuan. Lapisan yang paling atas disebut dengan litosfer.

Kata litosfer berasal dari bahasa Yunani yaitu lithos yang berarti batuan, dan ‘sphera’ yang yang memiliki makna yaitu bulatan. Bisa dipahami bahwsanya litosfer adalah lapisan batuan yang membentuk kulit bumi. Ketebalan dari lapisan kulit bumi bagian luar atau yang paling atas mencapai sekitar 100 km.

Adapun lapisan ini terdiri dari bebatuan. Tetapi, litosfer tidak hanya terdiri dari elemen batuan yang keras saja. Melainkan ada juga yang terdiri dari tanah liat, abu gunung api, pasir, kerikil, batuan, dan lainnya di lapisan ini.

Lapisan litosfer mempunyai beberapa manfaat, seperti:

  • Menjadi bagian dari sumber energi (minyak bumi, uranium, batubara);
  • Merupakan sumber pemenuhan kebutuhan industri (besi dan aluminium);
  • Merupakan sumber bahan dalam pembuat perhiasan (mineral, intan, emas, perak);
  • Serta sumber bahan baku pupuk (nitrogen dan fosfat).

Struktur Lapisan Litosfer

Struktur lapisan litosfer memiliki 2 bagian. Kedua bagian ini disebut sebagai lapisan sial (sisilium alumunium) dan lapisan sima (silisium magnesium).

1. Lapisan Sial (silisium aluminium)

Lapisan Sial merupakan suatu lapisan litosfer yang tersusun dari beberapa jenis logam silisium dan alumunium. Adapun rumus kimia senyawa tersebut yaitu terdiri dari SiO2 dan Al2O3. Pada lapisan sial, meliputi batuan sedimen, granit andesit, termasuk jenis-jenis batuan metamorf, serta jenis batuan lain.

Tebal dari lapisan sial rata-rata mencapai 35 km, dan disebut juga dengan istilah yaitu kerak bumi. Adapun kerak bumi terbagi atas dua bagian yaitu, sebagai berikut:

  • Pertama yaitu ialah Kerak Benua, yakni merupakan bagian yang mampu membentuk benua, dan merupakan benda padat yang mengandung batuan granit pada bagian atasnya, serta batuan beku basalt pada bagian bawahnya.
  • Kedua yaitu merupakan Kerak Samudra, yaitu suatu kerak yang menjadi bagian dasar dari sebuah samudra. Yang biasanya tersusun atas endapan di laut pada bagian atas, lalu juga terdiri dari batuan vulkanik dan yang paling bawah yaitu batuan beku gabro dan peridolit.

2. Lapisan Sima (silisium magnesium)

Lapisan Sima merupakan bagian dari lapisan kulit bumi yang tersusun dalam logam silisium dan magnesium dengan rumus kimia yaitu senyawa SiO2 dan MgO. Adapun ketebalan lapisan ini mencapai hingga 65 km, dan bahannya juga memiliki sifat yang elastis.

Berat dari jenis Lapisan Sima lebih besar dibandingkan dengan Lapisan Sial. Hal tersebut dikarenakan jenis materi dalam penyusunnya tersebut. Pada Lapisan Sima terdapat kandungan besi dan magnesium disebut dengan mineral ferro magnesium dan batuan basalt.

Jenis – Jenis Batuan Penyusun Litosfer

Batuan yang menyusun lapisan litosfer dikategorikan dalam 3 jenis. Tiap memiliki perbedaan materi penyusunnya dan terdapat perbedaan pula dalam proses terbentuknya.

Ketiga jenis itu merupakan Batuan Beku (igneous rocks), Batuan Sedimen (sedimentary rocks), serta Batuan Metamorf / Malihan (metamorphic rocks).

Dari semua jenis batuan penyusun litosfer itu pada awalnya berasal dari magma ketika gunung berapi meletus. Setelah mencapai permukaan bumi, magma tersebut akan membeku dan menjadi batuan beku.

Dalam kurun waktu beribu tahun, batuan beku pada permukaan bumi akan hancur terurai. Terdapat kesan yang terbawa angin dan menjadi endapan pada suatu tempat. Proses ini mampu membentuk batuan endapan atau batuan sedimen.

Dalam suatu proses selanjutnya, perubahan temperatur yang tekanannya dialami dua jenis batuan dia atas dalam jangka waktu yang lama, mampu turutserta dalam pembentukan batuan malihan atau batuan metamorf.

Berikut ini jenis-jenis penjelasan lebih detail mengenai masing-masing dari ketiga jenis bantuan penyusun lapisan litosfer tersebut, yaitu:

1. Batuan Beku

Batuan Beku berasal dari satu ataupun beberapa mineral ketika terjadinya suatu pembekuan magma. Berdasarkan adanya tekstur, Batuan Beku dapat dibedakan menjadi batuan beku plutonik dan vulkanik.

Batuan beku plutonik terbentuk berasakan dari pembekuan magma yang lambat waktunya, sehingga mineral-mineral penyusunnya relatif terbilang besar.

2. Batuan Sedimen

Sedimen terbentuk akibat adanya proses pembatuan atau litifikasi dari suatu proses pelapukan dan erosi yang kemudian terbawa dalam air atau angin, yang pada akhirnya mengendap.

3. Batuan Metamorf

Batuan Metamorf terbentuk akibat adanya sebuah proses perubahan temperatur juga tekanan dari batuan yang telah ada sebelumnya sehingga membantu dalam berubahnya suatu tektur dan juga strukturnya.