Pengertian ISU

Isu, rumor, atau desas-desus ialah menjadi suatu konsekuensi terhadap beberapa tindakan yang dilakukan oleh satu atau beberapa pihak yang bisa menghasilkan negosiasi serta penyesuaian sektor swasta, kasus pengadilan sipil atau kriminal atau dapat juga menjadi masalah kebijakan publik berdasarkan tindakan legislatif atau pun perundangan. Sedangkan menurut Barry Jones & Chase isu merupakan sebuah masalah yang belum juga terpecahkan yang siap diambil keputusannya. Isu menggambarkan suatu kesalahan antara praktik korporat dengan harapan-harapan para penguasa. Berdasarkan definisi tersebut, dapat dipahami ahwa isu adalah suatu hal yang terjadi di dalam maupun di luar organisasi yang apabila tidak bisa ditangani secara baik akan menghasilkan efek negatif terhadap organisasi dan berlanjut dengan terjadinya tahap krisis.

Isu mengklaim sebagai suatu yang bersifat bertentangan atau yang bisa melahirkan polemik tentang seorang individu atau suatu organisasi. Isu memungkinkan muncul dalam bentuk opini, yaitu pernyataan yang bisa disampaikan melalui kata-kata, isyarat, atau pun cara-cara lain yang mengandung sebuah arti. Isu yang muncul berkisar pada nasib tenaga professional lokal yang menjadi dampak dari sebuah kebijakan ekonomi regional itu sendiri. Cara dalam menangani isu tersebut bisa memunculkan kajian tentang manajemen isu.

Manajemen isu merupakan proses manajemen yang meiliki tujuan untuk membantu melindungi pasar, meminimalisir risiko, melahirkan kesempatan-kesempatan serta mengelola citra, sebagai sebuah aset suatu organisasi, baik untuk kepentingan sebuah organisasi itu sendiri maupun bagi kepentingan penguasa. Manajemen isu sendiri meliputi serangkaian aktivitas yang terjadi secara terus-menerus.

Langkah awal, sebuah issue bisa muncul kepermukaan ketika sebuah organisasi atau kelompok merasa bahwa berkepentingan terhadap suatu masalah. Misalnya, ketika terjadi perkembangan tren politik, perubahan undang-undang, ekonomi serta sosial, perubahan teknologi, dan lain sebagainya. Dari sudut pandang manajemen, tren harus diidentifikasi lagi sebagai asal kemunculan sebuah isu.

Selanjutnya, menganalisis isu. Yang perlu dicermati disininialah tentang sumber isu bisa muncul dari seorang individu, tetapi bisa pula dari organisasi. Kegiatan pada tahap ini bertujuan untuk menentukan asal isu tersebut yang acapkali sulit karena biasanya isu tidak muncul hanya berasalkan dari satu sumber saja. Kemampuan riset, kualitatif atau pun kuantitatif menjadi sebuah hal yang sangat penting. Tahap riset dan analisa awal ini akan mampu membantu untuk mengidentifikasi apa yang dikatakan oleh tiap individu dan kelompok yang berpengaruh tentang isu-isu dan memberikan ide yang jelas pada manajemennya.

Ketiga, dalam pilihan strategi perubahan isu (Issue Change Strategy Options) terdapat tiga cara. Pertama, organisasi tetap berfokud pada sikap lama dan tidak melakukan perubahan (strategi perubahan reaktif) atau organisasi melakukan suatu strategi perubahan adaptif, yang berlandaskan dengan perencanaan untuk mengantisipasi perubahan serta juga menawarkan dialog konstruktif untuk bisa menemukan sebuah bentuk kompromi atau pun akomodasi. Terakhir yang berkaitan dengan pilihan-pilihan strategi adalah menjadikan sebuah organisasi sebagai pelopor dan pendukung perubahan.

Keempat dalam pemrograman tindakan terhadap isu setelah memilih salah satu dari ketiga pendekatan tersebut menjadikan respon terhadap setiap isu, organisasi juga harus memutuskan kebijakan yang mendukung perubahan yang diinginkan.

Kelima yang sangat penting yaitu ialah  evaluasi. Dibutuhkan sebuah riset untuk mengevaluasi hasil program yang didapat  dibandingkan dengan hasil program yang diinginkan.

Pada dasarnya pada pengelolaan isu merupakan proses identifikasi dan juga penyelesaian isu. Teori-teori pengelolaan isu ini hadir dan terus berkembang di Amerika pada tahun 1970-an sebagai suatu strategi respons dan alat peringatan dini yang bisa menghadapi isu darurat.

Setelah dilakukannya analisis situasi terkumpul, maka barulah dilakukan praktisi public relations (PR) yang membuat Issue Sunburst Diagram. Diagram inilah yang berguna untuk memetakan isu secara keuangan, sosial, lingkungan, legal, dan lain sebagainya. Setelah itu juga mampu membuat issue on paper. Yakni, sebuah prediksi kerugian jika isu tidak dapat diselesaikan.

Kemudian selanjutnya membangun strategi resolusi, termasuk dalam rencana mitigasi. Diikuti, dengan membuat rencana implementasi yang mencakup rencana penguasa, rencana advokasi, dan juga rencana komunikasi. Berikutnya yaitu eksekusi rencana resolusi dari sebuah isu. Terakhir yaitu membuat laporan yang berisikan proses penyelesaian dan isu lalu selesai.