Pengertian Hak dan Kewajiban Warga Negara Serta Perbedaan Hak dan Kewajiban

Warga negara adalah orang-orang yang tercatat keanggotaannya dalam suatu negara, baik yang tinggal di wilayah negara tersebut atau yang keberadaannya di luar negara dalam jangka waktu tertentu.

Maksudnya yaitu warga negara Indonesia mencakup pada setiap orang yang mempunyai identitas diri sebagai rakyat Indonesia, yang dibuktikan dengan adanya Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang sah.

Sementara itu, bagi orang-orang yang tinggal di wilayah Indonesia, namun mempunyai keanggotaan sebagai warga negara lain dikenal sebagai Warga Negara Asing (WNA). Hak dan kewajibannya jua memiliki perbedaan dari Warga Negara Indonesia (WNI).

Hak dan Kewajiban Warga Negara dalam UUD 1945

Setiap warga negara telah memiliki hak tertentu sejak ia kelahirannya. Apabila mengacu pada hak universal, hak itu dikenal dengan hak asasi manusia (HAM).

Dalam kondisi spesifik, ada juga hak yang terkait dengan hak warga bersangkutan yang wajib untuk dipenuhi oleh negara Indonesia.

Dengan demikian, hak tersebut tidak bisa diperoleh dengan cara cuma-cuma. Warga negara juga juga harus menjalankan kewajibannya sebagai bentuk timbal balik dari hak yang ia terima.

Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 menyebutkan bahwasanya beberapa hak dan kewajiban warga negara Indonesia. Berikut ini terdapat beberapa contoh hak-hak warga negara sebagaimana yang tdicantumkan dalam UUD 1945.

  • Persamaan kedudukan di dalam hukum (Pasal 27 ayat 1)
  • Hak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak (Pasal 27 ayat 2)
  • Kemerdekaan berserikat (hak politik) (Pasal 28)
  • Hak atas HAM (Pasal 28 A–J)
  • Hak atas agama (Pasal 29)
  • Hak atas pembelaan negara (Pasal 30)
  • Hak atas pendidikan (Pasal 31)
  • Hak atas budaya (Pasal 32)
  • Hak atas perekonomian (Pasal 33)
  • Hak atas kesejahteraan sosial (Pasal 34)

Saat mendapatkan hak-hak di atas, warga negara harus menjalankan kewajibannya untuk Indonesia. Adapun berikut ini sebagian dari contoh selaku kewajiban warga negara sebagaimana yang tertera dalam UUD 1945:

  • Segala warga negara wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya (Pasal 27 ayat 1).
  • Setiap warga negara wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara (Pasal 27 ayat 3).
  • Setiap orang wajib menghormati hak asasi manusia orang lain dalam tertib kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara (Pasal 28 J ayat 1).
  • Setiap orang wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang dengan maksud semata-mata untuk menjamin pengakuan serta penghormatan atas hak dan kebebasan orang lain dan untuk memenuhi tuntutan yang adil sesuai dengan pertimbangan moral, nilai-nilai agama, keamanan, dan ketertiban umum dalam suatu masyarakat demokratis (Pasal 28 J ayat 2).
  • Setiap warga wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara (Pasal 30 ayat 1).
  • Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya (Pasal 31 ayat 2).

Perbedaan Hak dan Kewajiban

Berikut ini terdapat beberapa perbedaan antara hak dan kewajiban yang paling utama yaitu, sebagai berikut:

1. Perbedaan hak dan kewajiban jika dilihat dari definisinya:

  • Hak dapat didefinisikan sebagai suatu hak untuk memiliki atau hak dalam melakukan sesuatu.
  • Kewajiban bisa dipahami sebagai sesuatu yang harus dilakukan oleh seseorang karena berkaitan tentang hukum, kebutuhan atau karena itu merupakan tugas mereka.

2. Perbedaan hak dan kewajiban dilihat dari tugasnya:

  • Hak yaitu suatu hak yang dimiliki orang.
  • Kewajiban merupakan sebuah tugas individu yang perlu diselesaikan oleh mereka yang mempunyai hak istimewa.

3. Perbedaan hak dan kewajiban dilihat dari peruntukannya:

  • Hak diperuntukkan pada diri sendiri.
  • Kewajiban sebagian besarnya diperuntukkan pada orang lain.

4. Perbedaan hak dan kewajiban dilihat dari hubungannya dengan masyarakat:

  • Hak adalah suatu hal yang diperoleh dari masyarakat.
  • Kewajiban merpakan apa yang dilakukan untuk masyarakat.

Perbedaan utama yang dimiliki antara hak dan kewajiban adalah bahwasanya hak mengacu pada apa yang diperoleh, sementara kewajiban mengacu pada apa yang semestinya harus untuk dilakukan.

Hak dan kewajiban dapat memperkuat persatuan di masyarakat serta membuatnya lebih stabil. Hak dan kewajiban sama-sama mengarah pada pengembangan kesadaran sosial bagi masyarakat sebagai makhluk sosial.