Apa Itu Firewall, Jenis, Fungsi, Cara Kerja dan Aplikasinya

Dalam menggunakan komputer, Anda mungkin menemukan Firewall sebagai salah satu opsi pengaturan di komputer.

Firewall dikomputer bersimbol bola dunia dengan yang ditutupi dinding batu bata merah.

Seperti simbolnya itu, firewall adalah dinding yang melindungi komputer Anda dari masalah peretasan, konten dan pesan yang tak diinginkan.

Apa Itu Firewall?

Secara sederhana, Firewall adalah suatu sistem keamanan yang terdapat dalam komputer yang berfungsi melindungi komputer dari berbagai ancaman di jaringan internet.

Sebagaimana simbolnya, Firewall bekerja seperti tembok yang membatasi komputer dari jaringan internet.

Jadi dengan adanya Firewall atau tembok api, pengguna bisa mengatur data, informasi, dan kegiatan apa yang boleh lalu lalang dari jaringan internet ke komputer dan begitu pula sebaliknya.

Jenis Firewall

Ada dua jenis firewall yang biasa dipakai dalam komputer yakni sebagai berikut:

1. Firewall Hardware

Firewall berbasis hardware adalah piranti keras yang ada di dalam sistem jaringan, contohnya router.

Firewall macam ini memerlukan konfigurasi untuk dapat bekerja secara efektif.

Dalam melakukan pekerjaannya, firewall menggunakan teknik filter untuk menentukan packet utama, sumber, dan tujuannya. Secara internal sistem akan membandingkan data menurut aturan yang ditetapkan. Kemudian, ia memutuskan data mana yang perlu di-drop atau diteruskan ke tujuan.

2. Firewall Software

Setelah yang hardware ada juga Firewall berbasis software. Firewall jenis ini merupakan solusi untuk perlindungan jaringan bagi pengguna internet di rumah.

Biasanya firewall ini diciptakan dalam bentuk aplikasi terpisah maupun sebagai fitur tambahan dari anti-virus.

Jenis firewall macam ini melindungi trafik inbound dan juga outbound, selain juga menghindarkan Anda dari virus Trojan serta Worm.

Fungsi Firewall

Seperti yang dijelaskan di atas, firewall berfungsi untuk menghadang konten yang tidak diinginkan pengguna. Begitupun, berikut ini adalah beberapa fungsi dari firewall.

1. Melindungi Data dari Hacker

Firewall berfungsi layaknya sekat antara data internal dengan akses luar. Jika Firewall diaktifkan, maka pengguna asing tidak bisa mengakses data yang kita miliki. Jadi, jika suatu komputer tidak terinstal firewall, data di dalamnya akan rawan dicuri ketika komputer tidak terinstal firewall.

2. Memblokir Pesan Spam

Firewall berfungsi menghadang pesan spam yang meresahkan. Misalnya, Anda mendapat pesan misterius yang mengatakan komputer Anda dalam bahaya. Jika tak segera menginstal program tertentu, komputer akan mati dalam hitungan detik.

Jika Anda pernah mendapat pesan itu, kemungkinan besar firewall di komputer Anda belum terinstal dengan baik. Pesan spam seperti di atas banyak ditemukan di komputer dengan sistem operasi XP.

3. Memblokir Konten yang Tak Diinginkan

Selain memblokir pesan spam yang mengandung virus, firewall juga berfungsi memblokir website atau konten dari alamat yang spesifik. Anda dapat mengatur secara manual konten-konten macam apa yang tidak diperbolehkan diakses melalui komputer.

4. Membuat Game Online Lebih Aman dan Nyaman

Sudah rahasia umum bahwa game online adalah salahsatu aplikasi yang memiliki risiko dan celah keamanan. Ini dikarenakan pertukaran data secara cepat yang terjadi antara jaringan. Tak jarang hacker menyisipkan malware di dalamnya.

Meski umumnya server game online sudah dilengkapi fitur keamanan canggih, ada baiknya untuk berjaga-jaga dengan firewall yang di set-up ke komputer sendiri.

5. Monitor Bandwidth

Firewall tidak hanya bermanfaat untuk memastikan keamanan jaringan komputer terjaga. Di samping fungsi firewall yang utama, ia juga dapat digunakan untuk memonitor dan membatasi bandwith yang digunakan. Misalnya, Anda bisa menetapkan batasan untuk konten hiburan, gambar, dan musik. Kemudian memprioritaskan bandwidth untuk konten-konten lebih penting untuk bisnis.

6. Memfasilitasi Layanan VPN

Fungsi lain dari Firewall adalah memfasilitasi koneksi Virtual Private Network atau VPN.

Lewat layanan ini, pengguna dapat mengakses jaringan internal Anda.
Dengan layanan yang sama, Anda bisa mengakses konten atau website yang sedianya diblokir oleh pihak tertentu. Hal ini tentunya bisa meningkatkan produktivitas, kolaborasi, dan data sharing.

Cara Kerja Firewall

Firewall bekerja dengan menyaring data (packet) antara jaringan di internet. Ia bisa membolehkan atau tidak membolehkan suatu packet diakses oleh sebuah komputer.

Ada tiga cara yang digunakan firewall untuk mengamankan jaringan.

– Filtering

Firewall bekerja dengan cara filtering atau stateless. Yakni firewall memakai aturan tertentu untuk melihat boleh tidaknya suatu data masuk ke jaringan.

Jadi dalam sistem kerja ini, setiap packet diperiksa secara sendiri-sendiri atau dalam isolasi. Kemudian apabila packet dikirim dalam grup, masing-masing packet akan diperiksa secara satu per satu.

Nah, saat sebuah packet dianggap berbahaya maka ia takkan diijinkan masuk.

– Proxy Service

Maksudnya, firewall bekerja dengan aplikasi proxy sebagai penghubung antara sistem jaringan. Aplikasi proxy berada di dalam firewall dan bertugas untuk memeriksa packet yang saling ditukarkan dalam jaringan.

Cara kerja ini disebut-sebut lebih efektif karena semua informasi yang diperiksa secara tersentralisasi.

Cara kerja macam ini bisa dikatakan lebih canggih karena proxy service berusaha menciptakan hubungan antarjaringan yang mirip.

Proxy seolah menghubungkan jaringan secara langsung, padahal ia hanya berusaha meng-copy mekanisme yang mirip.

– Stateful Inspection

Yakni cara kerja Firewall dengan menelusuri packet yang diterima dengan aktivitas-aktivitas sebelumnya.

Packet yang diterima kemudian diperiksa dalam database packet. Jika packet berkonotasi positif atau tidak menunjukkan risiko bahaya, maka ia akan diteruskan ke sistem yang meminta.

Ketika firewall selesai memeriksa packet, ia kemudian akan merespons dengan salah satu dari tiga cara. Pertama, accept atau terima. Artinya, firewall akan memperbolehkan trafik untuk melewati jaringan.

Kedua, reject atau tolak. Ini berarti firewall menolak trafik untuk lewat dan membalasnya dengan tampilan “unreachable error”. Terakhir, drop atau lewati di mana firewall menolak trafik tanpa mengirimkan pesan.

Aplikasi Firewall

Berikut di bawah ini aplikasi Firewall, antara lain sebagai berikut.

1. Comodo Free Firewall

Salahsatu aplikasi terbaik dan terfavorit pengguna komputer adalah Comodo Free Firewall.

Comodo Free Firewall ini dipilih karena kemampuannya menghalau ARP attack, baik itu berupa spoofing dan poisoning.

Dan lagi, Comodo Firewall ini akan mengamankan segala bentuk koneksi yang dilakukan pengguna ketika sedang online.

2. ZoneAlarm Free Firewall

Selain Comodo Free Firewall ada juga ZoneAlarm Free Firewall yang biasa digunakan pengguna di seluruh dunia. Aplikasi ini mampu menyembunyikan alamat IP kalian agar terhindar dari para penyerang sekaligus mencegah serangan yang sifatnya inbound dan outbound.

Selain itu, ZoneAlarm Free Firewall ini memiliki fitur monitoring untuk mengawasi program dengan perilaku mencurigakan dan akan memberikan peringatan ketika kalian mengakses situs berbahaya dan peringatan ketika kalian hendak mengunduh program yang dianggap berbahaya. Ditambah dengan fitur backup online, ZoneAlarm Free Firewall ini bisa menjadi salah satu pilihan utama kalian.

3. Tinywall

Tinywall merupakan aplikasi Firewall yang beukuran kecil dan tidak terlalu membebani RAM, sehingga disukai pengguna.

Aplikasi Tinywall ini hanya berukuran 1 MB namun menawarkan sejumlah fitur yang cukup baik.

Mulai dari fitur yang memungkinkan kalian mengatur aplikasi apa saja yang bisa menggunakan jaringan internet kalian, membatasi akses aplikasi hanya pada jaringan LAN saja, mendukung IPv6, pengaturan password, port dan domain blacklist serta pastinya secara aktif melakukan blokir pada berbagi jenis trojan dan virus.

4. Anti-Netcut 3

Nah, aplikasi ini digunakan oleh pengguna yang terkoneksi Wifi publik.

Seperti yang kita ketahui, jaringan publik merupakan sebuah jaringan yang diakses oleh banyak orang sehingga ada kemungkinan kalau di dalam jaringan publik tersebut terdapat pihak-pihak jahat yang berniat buruk melakukan ARP spoofing.

Nah, Anti-Netcut 3 ini sendiri akan memastikan kalau orang tersebut tidak akan bisa melakukan ARP spoofing maupun memotong koneksi atau memanipulasi koneksi internet penggunanya.

5. Peerblock

Peerblock merupakan aplikasi Firewall yang dibuat khusus untuk melindungi para pengguna yang sering melakukan koneksi peer to peer seperti sharing file melalui Torrent.

Peerblock ini memungkinkan kalian mengontrol komunikasi komputer kalian ke komputer lain melalui internet, melakukan blokir pada server dan situs yang diketahui berbahaya, serta membuat daftar situs berbahaya milik kalian sendiri.

Pada pengaturan default, Peerblock ini juga bisa kalian manfaatkan untuk melakukan blokir iklan dan spyware.

Demikian ulasan mengenai apa itu firewall, fungsi, cara kerja hingga aplikasinya. Semoga bermanfaat. (*)