Apa Itu Film, Sejarah, Tujuan, Genre Hingga Tahapan Produksinya

Anda tentu sudah tidak asing lagi dengan kata “film”. Hampir semua orang pernah menonton film dengan berbagai genre.

Jika dulu orang menonton film di bioskop ataupun layar tancap, maka sekarang ini film dapat dinikmati dalam genggaman. Yakni dengan smartphone.

Ya, kini ketika Anda ingin menonton film, Anda tinggal mencarinya di internet dan atau berlangganan situs menonton. Hanya saja, pastikan dulu bahwa kuota internet Anda mencukupi.

Berbicara tentang film, Indonesia juga saat ini sudah memiliki industri perfilman yang layak dilirik internasional.

Terbukti banyak aktor Indonesia akhirnya ditarik bermin film di Hollywood.

Film tentu berbeda dengan sinetron. Sinetron juga termasuk film namun dalam konteks berbeda. Nanti kita akan bahas itu di jenis film.

Sebelum kesana, ada baiknya kita pahami dulu apa itu film.

Pengertian Film

Film adalah sebuah karya seni yang terbentuk dari komponen audio visual atau hanya visual yang memiliki pesan tersendiri.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), film adalah:

– Selaput tipis yang dibuat dari seluloid untuk tempat gambar negatif (yang akan dibuat potret) atau untuk tem pat gambar positif (yang akan dimainkan dalam bioskop).

– Lakon (cerita) gambar hidup.

Agar lebih jelas, berikut kami rangkum beberapa pengertian film menurut para ahli.

1. Kridalaksana (1984:32), mengartikan film sebagai media massa yang memiliki sifat audio visual, yang bisa mencapai khalayak banyak.

2. Michael Rabiger menyebut film ialah bersifat menghibur dan juga menarik, sehingga mampu membuat para penontonnya untuk berpikir lebih dalam.

3. Wibowo mendefenisikan film sebagai alat untuk menyampaikan beragam pesan kepada khalayak umum melalui sebuah media cerita.

4. Palapah dan Syamsudin menyebut film adalah media yang menggabungkan antara perkataan dan gambar-gambar yang bergerak.

5. Effendy mengatakan film adalah teatrikal yang diproduksi secara khusus untuk di pertunjukkan di gedung-gedung bioskop, televisi maupun sinetron.

Fungsi dan Tujuan Film

Berikut di bawah ini fungsi dan tujuan Film, antara lain sebagai berikut.

1. Sebagai hiburan, film yang bertujuan untuk menghibur penonton. Ketika menonton film, penonton seringkali merasa senang, terhibur, tertantang dan juga emosi.

2. Sebagai media komunikasi, film digunakan untuk menyampaikan pesan-pesan tertentu. Misalnya, seorang anak tidak boleh durhaka kepada orangtua, sebaliknya orangtua tidak boleh egois kepada anak.

3. Sarana edukasi, sebagian film dibuat khusus untuk kepentingan pendidikan. Jadi film itu bertujuan mengedukasi penontonnya. Bukan cuma film khusus pendidikan saja, kebanyakan film mengedukasi penonton tentang suatu hal.

Sejarah Film

Film di awal kemunculannya tentu bukan seperti yang kita konsumsi saat ini. Lalu bagaimana film pertama muncul, dan kenapa orang bisa membuat film pertama di dunia?

Sejarah film diawali dengan inisiatif seorang fotografer asal Inggris yakni Eadweard Muybridge meneliti gerakan kuda tahun 1872.

Penelitiannya itu disponsori oleh Leland Standford.

Jadi, singkat cerita ia meneliti gerakan kuda itu dengan menggunakan 12 buah kamera foto yang dijejerkan sepanjang sisi lintasan untuk merekam gerak dan gaya kuda berlari. Namun sayang, percobaan pertama dari Muybridge ini gagal karena seluruh foto yang dihasilkan buram.

Tahun 1877, ia kembali melakukan percobaan yang sama yaitu merekam gerakan kuda pacu namun kali ini dia melibatkan Jhon D. Isaacs yang merupakan seorang insinyur. Berbeda dari percobaan pertama, percobaan kedua ini Muybridge dan Isaacs menggunakan 24 kamera foto. Dimana pada setiap pengokang kamera dihubungkan dengan alat elektronik baterei.

Percobaan ini pun akhirnya berhasil dan menjadi tonggak pertama dari lahirnya dunia Motion Picture (movie) dengan menggunakan kamera foto. Bukan kamera film.

Kemudian pada tahun 1882, Etienne Jules Merey yang merupakan seorang dokter psikologi asal Prancis memiliki sebuah obsesi untuk merekam gerakan burung terbang.

Lalu ada Auguste Marie Louise Lumiere (19 Oktober 1862 – 10 April 1954) dan Louis Jean Lumiere (5 Oktober 1864 – 6 Juni 1948) atau yang biasa dipanggil Auguste Lumiere dan Louis Lumiere adalah dua bersaudara yang disebut-sebut sebagai pelopor film dokumenter.

Berkat proyektor ciptaan mereka berdua, Lumiere Brothers bisa memutar film-film ke berbagai tempat karena saat itu proyektor dan juga perlengkapan pemutaran film lainnya diproduksi sendiri, bukan barang pabrik seperti saat ini.

Louise Lumiere sendiri dinobatkan sebagai ‘nabi’ film non fiksi dan merupakan pelopor dari usaha biskop keliling yang memutar film-film non fiksi pendek.

Cinematographe, merupakan nama usaha pertunjukan hiburan film lumiere bersaudara pada tahun 1895 di Paris, Prancis dan 2 tahun setelahnya yaitu tahun 1897, usaha pertunjukan mereka berkembang dan akhirnya menyebar hampir ke seluruh dunia.

Cinematographe pun pernah di presentasikan di india oleh lumiere bersaudara dan ada dua orang yang tertarik dengan produk lumiere tersebut. Pertama adalah fotografer Harischandra Sakharam Bhatvadekar dan Abdullaly Esoofally.

Namun Harischandra merupakan orang pertama yang membeli Cinematographe di India pada tahun 1897 yang konon menjadi awal mula pertumbuhan film di India.

Jenis – Jenis Film

Berikut di bawah ini jenis – jenis Film, antara lain sebagai berikut.

1. Film Dokumenter

Film dokumenter adalah film yang mendokumentasikan sesuai dengan kenyataan dan fakta.

Sehingga dalam film dokumenter tidak ada cerita fiktif yang dibuat-buat untuk mendramatisir adegannya. Sebab, film dokumenter digunakan untuk merepresentasikan kenyataan serta menampilkan kembali fakta yang dibuat lebih terstruktur dalam durasi film tersebut.

2. Film Fiksi

Film fiksi adalah jenis film lebih terikat dengan plot dan cerita yang disajikan pun diluar kejadian nyata (cerita dari imajinasi penulis naskahnya).

Film fiksi juga memiliki konsen pengadeganan yang sudah dirancang sejak awal. Struktur ceritanya pun harus terikat dengan hukum sebab akibat (hukum kausalitas). Terdapat karakter protagonis dan antagonis, masalah serta konflik, dan ending atau penutup.

3. Film Eksperimental

Film eksperimental tidak memiliki plot namun tetap memiliki struktur. Dimana strukturnya sangat dipengaruhi oleh subjektifitas pembuatannya seperti gagasan, ide, emosi, serta pengalaman batinnya.

Pada umumnya, film jenis ini tidak menceritakan apapun, bahkan terkadang menentang kausalitas seperti yang dilakukan sineas-sineas surealis dan juga dada.

Film jenis ini juga sangat susah dipahami karena pembuatnya menggunakan simbol-simbol personal yang mereka ciptakan sendiri.

Genre Film

Genre secara umum mengklasifikasi film berdasarkan jenis dan latar belakang cerita. Istilah genre sendiri berasal dari bahasa prancis yang bermakna bentuk atau tipe.

Dalam film, genre bisa didefinisikan sebagai jenis atau klasifikasi dari sekelompok film yang memiliki karakter serta pola yang sama seperti misalnya seting, isi cerita, tema, struktur cerita, aksi atau peristiwa dalam film.

Klasifikasi diatas menghasilkan genre-genre populer seperti aksi, petualangan, drama, komedi, horor, western, thriller, film noir, roman dan lain sebagainya. Fungsi utama genre sendiri adalah untuk memudahkan klasifikasi dalam film.

Begitupun jenis genre bisa ratusan mengingat film memiliki plot unik masing-masing.

Tahapan Produksi Film

Film melalui beberapa tahapan sebelum bisa Anda nikmati. Dalam tahapan tersebut film dibuat sesuai ide yang telah ada lalu diramu dengan menarik, diproduksi kemudian hingga bisa Anda saksikan di ponsel Anda.

Dikutip dari csinema.com, adapun lima tahapan pembuatan film adalah seebagai berikut:

– Development, yakni tahap pengembangaan. Dalam tahap ini, ide ditemukan dan dikembangakan, saat hak cipta sebuah karya tulis (novel, cerpen) maupun pertunjukan dibeli. Dalam tahap ini juga skenario dibuat dan final serta dana untuk produksi telah diselesaikan.

– Pra Produksi, yakni tahapan persiapan syuting. Casting adalah bagian dari tahapan ini.

– Produksi yakni tahapan dimana semua materi berupa gambar, suara dan efek-efek visual yang masih mentah direkam pada saat syuting

– Pasca Produksi yakni tahap setelah produksi selesai. Pada tahap ini, materi-materi ambar, suara dan efek visual yang telah diambil pada tahap produksi diedit hingga menjadi final dan siap di sebarkan.

– Distribusi yakni tahap pendistribusian film final ke festival, bioskop hingga tempat-tempat penayangan di luar arus utama seperti misalnya komunitas.

Demikian ulasan mengenai apa itu film, fungsi, tujuan, jenis hingga tahapan produksinya. Semoga bermanfaat. (*)