Pengertian Film, Sejarah dan Unsur – Unsur dalam Film

Film ialah suatu karya seni yang berisikan rangkaian gambar hidup yang diputar sehingga mencapai sebuah ilusi gambar bergerak yang ditampilkan sebagai suatu bentuk hiburan.

Ilusi yang berasal dari rangkaian gambar tersebut mampu menghasilkan gerakan yang kontinyu berupa video. Film seringkali disebut juga sebagai movie atau moving picture.

Film adalah suatu bentuk seni modern dan populer yang dibuat untuk memenuhi kepentingan bisnis dan hiburan. Pembuatan film saat ini sudah menjadi suatu industri besar yang cukup populer di seluruh dunia.

Film-film layar lebar  yang dinantikan kehadirannya di bioskop-bioskop. Adapun berbagai industri perfilman terbesar yang sudah sangat dikenali antara lain yaitu film Hollywood, Hong Kong atau Bollywood.

Film juga seringkali disebutkan sebagai suatu fenomena sosial, psikologi, dan estetika yang kompleks yang menjadi bagian dari dokumen yang terdiri dari berbagai cerita dan gambar yang diiringi dengan kata-kata dan jugan musik.

Sehingga produksi film terbilang multi dimensional dan kompleks. Kehadiran film dalam kehidupan manusia dewasa saat ini semakin penting dan juga setara dengan media lain.

Keberadaannya terbilang praktis, karena hampir dapat disamakan dengan kebutuhan akan sandang pangan. Dapat dikatakan juga bahwasanya hampir tidak ada kehidupan sehari-hari.

Secara harfiah dipahami bahwasanya film atau sinema merupakan bagian dari cinematographie yang berasal dari kata cinema yang berarti gerak, tho atau phytos yang berarti cahaya, dan graphie atau grhap yang berarti tulisan, gambar, citra.

Jadi dapat disimpulkan pengertian film adalah melukis gerak dengan cahaya. Untuk bisa melukis gerak dengan cahaya haruslah menggunakan alat khusus yang biasa disebut dengan kamera.

Adapun proses pembuat film memiliki  dua cara utama. Pertama yaitu dengan melalui teknik pemotretan dan juga perekaman melalui kamera film. Cara ini pun dilakukan dengan memotret gambar atau pun objek. Kedua dengan teknik animasi tradisional.

Cara ini dilakukan dengan animasi grafis komputer atau teknik CGI yang bisa dikombinasikan dengan teknik dan visual efek lainnya. Dalam pembuatan film seringkali memakan waktu yang relatif lama. Selain itu, pada produksi film juga memerlukan crew dan job desk nya masing-masing.

Sejarah Film

Film pertama kali diciptakan pada tahun 1805 oleh Lumiere Brothers. Lalu pada tahun 1899 George Melies memperkenalkan film dengan gaya editing yang berjudul Trip To The Moon. Pada tahun 1902, Edwin Peter pun membuat film yang berjudul Life Of In American Fireman.

Di Indonesia, film menjangkau kejayaannya pada era 70-an hingga 80-an, tepatnya sebelum masuknya Broadcast-Broadcast TV pada tahun 1988 (RCTI).

Masyarakat sangat mengapresiasi dalam menanggapi film-film yang hadir di Indonesia. Hal ini dikarenakan bobot dari film tersebut yang memenuhi kebutuhan psikologi dan juga spiritual dari masyarakat Indonesia.

Di Indonesia,  pertama kalinya bioskop muncul ialah di Batavia (Jakarta), tepatnya yaitu di Tanah Abang Kebonjae, pada 5 Desember 1900. Tetapi, kehadiran bioskop bukanlah suatu tonggak awal sejarah film Indonesia.

Film-film Indonesia saat itu masih impor dari luar negeri. Yang menjadi petama kali film Indonesia ialah diproduksi tepatnya di Bandung, yang baru ada pada tahun 1926. Filmnya berjudul Loetoeng Kasaroeng.

Film ini dikatakan sebagai acuan tonggak sejarah perfilman Indonesia. Kesuksesan produksi film tersebut tidak terlepas dari keterlibatan bupati Bandung pada masa itu yaitu Wiranatakusumah V.

Unsur – Unsur dalam Film

Film merupakan hasil karya bersama atau hasil kerja kolektif. Dengan kata lain, proses pembuatan film pasti melibatkan kerja sejumlah unsur atau profesi. Unsur-unsur yang dominan di dalam proses pembuatan film antaralain sebagai berikut:

1. Produser

Produser berperan sebagai pihak yang bertanggungjawab terhadap berbagai hal yang diperlukan dalam proses pembuatan film.

Selain dana, ide atau gagasan, produser harus menyediakan naskah yang akan difilmkan, serta sejumlah hal lainnya yang diperlukan dalam proses produksi film.

2. Sutradara

Sutradara ialah pihak yang paling bertanggungjawab terhadap sebuah proses pembuatan film di luar hal-hal yang berkaitan dengan dana dan properti lainnya.

3. Penulis Skenario

Penulis skenario film berperan untuk menulis naskah cerita yang akan difilmkan. Naskah skenario yang ditulis itulah yang akan  diwujudkan sutradara untuk menjadi sebuah karya film.

4. Penata Kamera (Kameramen)

Penata kamera ialah  yang bertanggungjawab dalam proses perekaman atau pengambilan gambar dalam pembuatan film.

5. Penata Artistik

Penata artistik (art director)  bertugas untuk menampilkan cita rasa artistik pada film yang diproduksi.

6. Penata Musik

Penata musik bertanggungjawab sepenuhnya terhadap pengisian suara musik dalam film.

7. Editor

Editor merupakan seseorang yang bertugas dalam proses pengeditan gambar.

8. Pengisi dan Penata Suara

Pengisi suara bertugas untuk mengisi suara pemeran atau pemain film. Sedangkan Penata suara bertanggungjawab dalam menentukan baik atau tidaknya hasil suara yang terekam dalam sebuah film.

9. Bintang Film (Pemeran)

Keberhasilan dari sebuah film tidak lepas dari keberhasilan para aktor dan aktris-nya dalam memerankan tokoh-tokoh yang ada dalam film, terutama dalam menggambarkan watak dan karakter tokoh-tokohnya.