Pengertian Etnosentrisme, Faktor, Ciri-Ciri hingga Dampak Negatif dan Positif Etnosentrisme

Di negara yang memiliki ragam kebudayaan ini, kita mengenal kata etnosnetrisme. Walaupun sudah sering didengar atau bahkan menggunkana kata tersebut, apakah kita sudah memahami artinya?

Untuk sama-sama belajar, yuk kita simak beberapa penjelasan terkait etnosentrisme sebagai berikut:

Pengertian Etnosentrisme

Etnosentrisme merupakan adalah praktik memandang dan menilai budaya orang lain, dengan berdasarkan pada nilai dan kepercayaannya sendiri. Etnosentrisme sendiri termasuk dalam bagian dari ilmu sosial dasar.

Jika menilik dari asal kata nya, istilah etnosentrisme berasal dari dua kata dalam bahasa Yunani. Yaitu ‘ethnos’ yang berarti bangsa dan ‘kentron’ yang berarti pusat. Berangkat dari itu,  etnosentrisme bisa disdefinisikan sebagai bangsa yang menjadi sebuah pusat.

Pengertian Etnosentrisme menurut ahli

Demi meningkatkan pemahaman tentang etnosentrisme, penting mengetahui pengertian dari para ahli. Tak hanya definisi, juga faktor hingga dampaknya.

Adapun beberapa rangkuman tentang pengertian etnosentrisme menurut para ahli adalah sebagai berikut:

1. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

KBBI sebagai kamus kata bahass Indonesia yang terpercaya, mengartikan etnosentrisme sebagai sikap atau pandangan yang berpangkal pada masyarakat dan kebudayaan sendiri. Biasanya disertai dengan sikap dan pandangan yang meremehkan masyarakat dan kebudayaan lain.

2. Zastrow

Zastro mengatakan bahwa etnosentrisme ialah suatu sikap yang dilakukan oleh kelompok etnis. Zastrow juga menambahkan bahwa secara tertutup, etnosentrisme dilakukan tanpa mempertimbangkan keadaan kelompok sosial lainnya.

3. Levine dan Campbell

Etnosentrisme merupakan pandangan kelompok tertentu yang berasal dari satu budaya, demi menilai budaya lain. Dimana budaya lain tentu memiliki nilai sosial berbeda dengan kebudayaannya.

4. Coleman dan Cressey

Coleman dan Cressey menghadirkan definisi etnosentrisme sebagai seseorang yang berasal dari kelompok etnis. Dalam hal ini, orang tersebut cenderung melihat budaya mereka sebagai yang terbaik. Dibandingkan dengan sifat kebudayaan yang lainnya.

5. Hogg

Etnosentrisme diklasifikasikan dalam internal dan eksternal oleh Hogg. Dalam maksud merupakan kegiatan dengan besar keterlibaan atribusi internal dan eksternal dalam kehidupan masyarakat.

6. Taylor, Peplau dan Sears

Selanjutnya ahli juga mngertaikan etnosentrisme merupakan sesuatu hal yang mengacu pada kepercayaan kelompok masyarakat. Tetap sama dengan ahli lain, bahwa hal ini menghadirkan anggapan bahwa kebudayaannya selalu superior daripada kebudayaan yang lain.

7. Harris

Etnosentrisme adalah kecenderungan seseorang yang menganggap kelompoknya lebih baik yang hadir sebab sudah dibandingkan kelompok lain. Sehingga mendorong tindakan-tindakan yang tidak rasional.

Faktor Penyebab Etnosentrisme

Berikut dibawah ini faktor penyebab etnosentrisme, antara lain.

1). Sejarah, dimana kelompok di masa lalu bisa berubah menjadi sebuah identitas. Maka, wajar jika hadir menjadi latarbelakang individu atau kelompok tersebut merasa memiliki kebudayaan dan sejarah tersebut.

2). Pluralitas Bangsa yang terdiri dari banyak suku, ras, agama dan golongan. Kondisi bangsa yang plural inilah yang seringkali memicu dan memunculkan banyak konflik.

3). Politik, hadir ketika individu atau kelompok ingin mencapai suatu kekuasaan yang dilegitimasi. Biasanya akan timbul dengan sendirinya, sebuah perasaan fanatisme terhadap identitas yang sudah lama melekat.

Ciri – Ciri Etnosentrisme

Berangkat dari salah satu faktor penyebab etnosentrisme yakni politik, mari kita lihat beberapa ciri-cirniya.

Sebab prihal politik seringkali dianggap sebagai suatu wadah yang tepat untuk melancarkan kepentingan pribadi dan tentunya juga kelompok. Adapun ciri-cirinya adalah sebagai berikut:

1). Hadirnya anggapan bahwa budayanya adalah satu-satunya bentuk budaya yang baik.

2). Hadir respon dalm bentuk akan prasangka. Dimana hal ini bisa jadi baik dan buruk pada sebuah hal baru.

3). Memiliki beberapa kesulitan terhadap terjadinya perubahan sosial. Sosial yang dimaksud disini tentunya ialah masyarakat, dikarenakan penganut etnosentrisme itu sendiri sangatlah tertutup.

Dampak Negatif Etnosentrisme

Berikut dibawah ini dampak negatif etnosentrisme, antara lain.

1). Menyebabkan konflik horizontal, yakni sesama warga negara. Ditambah memanas jika paham etnosentrisme tersebut tidak hanya melekat pada seorang individu saja, melainkan pada kelompok dengan anggota yang gendut.

2). Menghambat integrasi atau tumbuhnya suatu budaya. Padahal, hakikatnya berbagai budaya tersebut dapat saling melengkapi satu sama lain.

3). Menurunkan objektivitas ilmu pengetahuan sebab, seorang individu akan lebih mengedepankan sisi subjektivitas dibandingkan dengan objektivitas dalam maksud menilai sesuatu.

Dampak Positif Etnosentrisme

Berikut dibawah ini dampak positif etnosentrisme, antara lain.

1). Menumbuhkan jiwa patriotisme yang kuat untuk membela identitasnya.

2). Meningkatkan kecintaan terhadap budaya sendiri agar kebudayaan dapat dipertahankan. Sebab dewasa ini, budaya sangat rentan tergilas oleh proses globalisme serta modernisasi.

3). Menjaga keutuhan multikulturalisme di tanah air dalam maksud sebagai identitas suatu bangsa.

Demikian artikel kami mengenai Etnosentrisme yang mengulas mulai dari pengertian menurut ahli, faktor, ciri hingga dampak negative dan positifnya.

Semoga ulasan kami membantu kamu, khususnya menambah wawasan mengenai Etnosentrisme! Terimakasih sudah singgah.