Pengertian Diplomasi dan Fungsi Diplomasi

Diplomasi merupakan sebuah praktik untuk menjalin relasi bersama dengan pihak lain atau sebuah negara melalui adanya kerjasama dialog dan negosiasi. Hal ini dilakukan untuk mencapai tujuan yang bisa menguntungkan sesuai dengan kepentingan dari masing-masing pihak.

Banyak yang juga menyebutkan bahwasanya diplomasi merupakan suatu bentuk seni, yaitu ialah seni bernegosiasi antarnegara. Dalam hal ini, negosiasi dapat terlaksana secara langsung antara dua negara atau secara bilateral serta dengan banyaknya negara atau secara multilateral.

Tujuan dari diplomasi adalah untuk bisa menjalin mempererat dan juga meningkatkan suatu hubungan yang telah dibangun dengan negara lain. Hal yang bisa menjadi bahan diplomasi adalah segala bentuk kepentingan nasional yang meliputi pada politik ekonomi budaya dan sosial.

Bedasarkan  Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), diplomasi merupakan suatu urusan atau penyelenggaraan perhubungan yang resmi antara satu negara dan negara yang lain.

Sebelum terjadinya diplomasi, negara-negara menggunakan kekuatan militernya untuk bisa mencapai suatu kepentingan nasional yang bisa di bawa dalam suatu hubungan dengan negara lain.

Diplomasi muncul sebagai sebuah jawaban yang bisa mencapai suatu kesepakatan bersama yang terjadi diantara berbagai negara yang ada tanpa perlu menggunakan kekerasan secara fisik atau kekuatan militer melalui perang.

Aktivitas diplomasi biasanya dilaksanakan oleh para diplomat, yakni orang-orang yang mewakili secara resmi sebuah negara untuk menjali hubungan resmi negara satu dengan negara lainnya. Para wakil tersebut telah diakreditasi, atau diakui secara resmi untuk dijadikan wakil negaranya oleh negara pengirim maupun negara penerimanya.

Fungsi Diplomat

Dalam menjalankan praktik diplomasi, diplomat lah yang paling bertugas untuk bisa mengerjakannya. Diplomat merupakan seseorang yang bisa ditunjuk oleh negara asalnya untuk bisa mewakili dan melindungi kepentingan suatu negara yang berada di negara lain maupun di organisasi internasional.

Tugas seorang diplomat Indonesia mengarah pada konvensi Wina tahun 1961, yang merupakan dasar hukum terjadinya hubungan diplomatik dan pada undang-undang Republik Indonesia Nomor 37 tahun 1999 tentang hubungan luar negeri.

Adapun beberapa fungsi dari diplomat Indonesia dalam sebuah diplomasi adalah sebagai berikut:

1). Pertama bagi seorang diplomat yang menjadi perwakilan. Tugas diplomat ialah untuk mewakili pemerintah dan rakyat Indonesia untuk melaksanakan politik luar negeri dan tidak lupa untuk melakukan kolaborasi tentang kepentingan nasional negara dalam kebijakan luar negeri.

2). Kedua ialah sarana mempromosikan dan bertugas untuk membangun citra positif Indonesia di mata dunia hingga membuka kesempatan bisnis dan sosial budaya Indonesia untuk bisa bersaing di dunia internasional.

3). Ketiga yaitu seorang diplomat sebagai negosiator. Dalam hal ini diplomat berarti harus mampu untuk bisa berunding dan berdiskusi guna memastikan kepentingan nasional Indonesia tetap bisa terlindungi dan Indonesia mendapatkan manfaat dari interaksi internasional.

4). Keempat adalah diplomat sebagai yang melaporkan. Diplomat wajib untuk melaporkan kebijakan luar negeri Indonesia dan memastikan tentang penyebaran informasi yang berjalan dengan lancar antara pemangku kepentingan di dalam negeri maupun luar negeri.

5). Kelima adalah untuk bisa melindungi. Diplomat juga bertugas untuk bisa tetap memastikan kepentingan Indonesia, termasuk warga negaranya di luar negeri agar terjaga dan terjamin.

Dalam pelaksanaan diplomasi sederhananya bisa dikatakan sebagai sebuah bentuk kegiatan yang dilakukan oleh seorang diplomat.

Perwakilan diplomatik negara Republik Indonesia juga bisa berbentuk atas Keduataan Besar Republik Indonesia atau (KBRI) yang ditempatkan pada suatu negara tertentu serta perutusan tetap dari RI.

Selain itu diplomat memiliki beberapatugas pokok, adapun tugas pokoknya yaitu, sebagai berikut:

  • Negosiasi ialah suatu bentuk perundingan bersama kepala negara ataupun menteri luar negeri pada negara mana dia ditempatkan.
  • Proteksi ialah berguna untuk melindungi kepentingan negara bersama dengan warga negaranya pada negara dimana dia ditempatkan.
  • Representasi yaitu melakukan protes dalam melaksanakan penyelidikan pertanyaan bersama pemerintah negara penerima, serta mewakili kebijaksanaan dari politik pemerintah yang berasal dari negaranya.
  • Observasi yaitu memberikan keterangan terkait dengan peristiwa yang terjadi dalam sebuah negara yang mungkin bisa berdampak dalam kepentingan negaranya.
  • Persahabatan merupakan suatu upaya untuk meningkatkan interaksi persahabatan yang terjadi antara negara pengirim dan negara penerima, baik dalam bidang ekonomi, budaya maupun ilmu pengetahuan dan teknologi.