Pengertian Biosfer dan Karakteristik Biosfer

Biosfer berasal dari dua kata yaitu bios yang dipahami sebagai hidup dan shpeira yang berarti suatu lapisan. Secara etimologis, pengertian biosfer adalah lapisan yang ditempati oleh para makhluk hidup atau seluruh ruang yang dihuni oleh makhluk hidup.

Bumi merupakan suatu tempat hidup bagi seluruh makhluk hidup yang meliputi atas manusia, flora dan fauna. Salah satu makhluk yang paling unik adalah manusia karena manusia memiliki lebih banyak pemegangan peran dibandingkan dengan makhluk hidup lainnya.

Manusia bisa mengendalikan kehidupan dirinya sendiri bahkan bersamaan dengan makhluk lain. Namun. Pembahasan kali ini hanya terkait tentang flora dan fauna.

Karakteristik Biosfer

Dala pelaksanan kajian biosfer hanya mampu berfokus pada flora dan fauna karena karakteristik biosfer biasanya berkaitan dengan persebaran flora dan fauna.

Karakteristik Fauna

Berikut ini merupakan berbagai karakteristik dari fauna yang berasal dari berbagai ekosistem yang ada dalam sistem biosfer:

1). Fauna padang rumput biasanya didominasi oleh kalangan dari herbivora karena tempat ini cukup akan air dan rumput-rumput segar yang merupakan makanan bagi hewan herbivora.

2). Fauna di daerah gurun biasanya merupakan hewan kecil seperti semut, kalajengking dan yang merupakan bagian dari hewan besarnya yaitu unta yang memiliki punduk yang berfungsi dalam menjaga ketersediaan air.

3). Fauna di daerah tundra adalah fauna yang termasuk dalam golonga yang berdarah hangat dan mempunyai bulu yang terbilang tebal seperti beruang kutub. Daerah tundra merupakan biasanya berada di daerah yang dingin karena daratannya dilapisi dengan es atau salju. Fauna yang habitatnya berada pada daerah ini lebih sedikit dibandingkan dengan gurun.

4). Fauna di daerah hutan tropis didominasi dengan herbivora hutan tropis. Daerah hutan tropis merupakan sebuat tempat yang paling nyaman dan bersahabat sepanjang tahun yang disinari oleh matahari dan memiliki curah hujan yang tinggi.

5). Fauna yang berada di daerah taiga biasanya termasuk dalam jenis burung yang sedang bermigrasi dikarenakan habitatnya mengalami musim gugur.

6). Fauna yang habitatnya berada pada daerah kutub memiliki ciri-ciri yang sama dengan daerah tundra, tetapi daerah kutub lebih terbilang ekstrem dibandingkan dengan tundra.

Karakteristik Hutan (Flora)

Berikut merupakan bagian yang terdiri dari karakteristik yang berada dalam berbagai flora di habitat-habitat tertentu:

1). Hutan hujan tropis salah satunya cirinya yaitu memiliki curah hujan yang tinggi dan mendapati sinar matahari sepanjang tahun.

2). Hutan musim tropika yaitu hutan musim dengan ciri pohon yang biasanya menggugurkan daunnya.

3). Hutan hujan iklim memiliki banyak sekali vegetasi yang berukuran tinggi namun mengenai populasinya kurang dari hutan tropis.

4). Hutan gugur mencapai vegetasi dengan pohon yang kuat, tinggi, serta memiliki daun lebar.

5). Hutan taiga merupakan suatu hutan dengan suhu rendah yang biasanya dekat dengan daerah kutub.

6). Stepa merupakan sebuah istilah lain dari padang rumput.

7). Sabana ialah salah satu bentuk padang rumput yang memiliki pohon kerdil dan pohon-pohon tersebut dapat tumbuh secara bergerombol.

8). Tundra terdapat pada daerah kutub yang biasanya hanya ditumbuhi oleh lumut.

9). Gurun merupakan suatu daerah berpasir yang mempunyai ketersediaan air yang tebilang sedikit.

10). Terumbu karang merupakan bagian dari flora yang berasal di laut.

11). Padang lamun merupakan pohon yang dapat berbunga dan tumbuh di air.

Flora dan fauna sangatlah turut serta berperan penting bagi kehidupan manusia. Manusia tidak untuk tetap bertahan hidup tanpa adanya keberadaan flora dan fauna. Oleh sebab itu, kelestarian dari flora dan fauna sangat diperlukan demi memenuhi kebutuhan hidup manusia.

Namun dalam peningkatan jumlah penduduk yang semakin pesat, bisa menyebabkan kebutuhan akan flora dan fauna menjadi lebih meningkat dibandingkan daripada sebelumnya.

Pelestarian sumber daya hayati sangat perlu dilakukan demi populasi flora dan fauna tidak mengalami penurunan terus menerus. Terdapat sebuah konsep yang dapat diterapkan untuk melestarikan SDH yaitu cagar biosfer.

Cagar biosfer merupakan suatu kawasan ekosistem yang bisa mencapai keseimbangan antara pelestarian dengan keanekaragaman hayati, pembangunan ekonomi, dan juga pelestarian kebudayaan. Cagar biosfer berperan aktid sebagai upaya dalam pelestarian keragaman komunitas hayati.