Pengertian Pengawasan Menurut Ahli, Makna, Jenis, Tujuan, Manfaat dan Fungsi

Bisa dikatakan bahwa hampir semua hal yang dilakukan dengan sengaja maupun tidak sengaja, harus dalam pengawasan. Namun apakah arti dari kata pengawasan sebenarnya?

Dalam pengertian secara harafiah, pengawasan ialah sebuah proses untuk memastikan bahwa semua aktifitas yang terlaksana sudah sesuai dengan apa yang telah direncanakan sebelumnya.

Pengawasan dapat diartikan sebagai suatu proses untuk menentukan pekerjaan apa yang telah dilaksanakan. Dengan mengevaluasinya dan memperbaikinya bila perlu. Dalam hal ini, memiliki tujuan agar pekerjaan yang dilaksanakan sesuai dengan rencana semula. Artinya, pengawasan berfungsi untuk memastikan bahwa rencana tersebut menjadi kenyataan.

Pengertian Pengawasan Menurut Para Ahli

  • Sondang P. Siagian (2006:107)

Pengawasan merupakan suatu proses mengamati daripada melakukan semua kegiatan organisasi. Dalam hal ini untuk memastikan bahwa semua pekerjaan yang dilakukan sesuai dengan rencana yang telah ditentukan.

  • Sarwoto (2001:83)

Pengawasan adalah kegiatan manajer untuk menjamin agar pekerjaan dilaksanakan. Sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan dan/atau hasil yang diharapkan.

  • Sugamto (2001:19)

Pengawasan adalah segala upaya atau kegiatan untuk memastikan dan mengevaluasi pelaksanaan sebenarnya dari tugas dan kegiatan yang terkait, terlepas dari apakah memenuhi persyaratan yang dipersyaratkan.

Makna Pengawasan

Dari beberapa pengertian pengawasan diatas, tentu kita sudah bisa menemukan makna didalamnya secara tersirat. Untuk lebih jelasnya, beberapa makna inti tentang pengawasan yakni bahwa:

  • Pengawasan ialah sebuah proses kegiatan pengamatan yang dilakukan dalam seluruh kegiatan organisasi.
  • Melalui pengawasan, artinya segala kegiatan di dalam organisasi akan dinilai. Mengenai apakah berjalan sesuai dengan rencana atau masih ada yang kurang
  • Pengawasan sendiri juga termasuk salah satu fungsi dan wewenang pimpinan dalam berbagai tingkatan manajemen di suatu organisasi.
  • Pengawasan hukumnya wajib untuk dilakukan secara konsisten dan berlanjut. Sehingga gerak organisasi dapat diarahkan kepada pencapaian tujuan secara efektif dan efisien.
  • Pemberlukan pengawasan tentu memiliki standar penilain. Dimana standart penilaian ini digunakan sebagai alat evaluatif terhadap kegiatan-kegitan yang diawasi.

Jenis-jenis Pengawasan

  • Pengawasan “Intern” dan “Ekstern”

Pengawasan jenis ini dibagi lagi menjadi dua macam. Mari kita bahas satu persatu. Pertama, Pengawasan “intern” merupakan pengawasan yang dilakukan oleh orang maupun suatu badan. Pelaksana yang di maksud ini terdapat di dalam lingkungan unit organisasi/lembaga yang bersangkutan.

Sedangkan yang kedua adalah pengawasan eksternal “ekstern”. Dalam hal ini berarti sebagai pengawasan atau pemeriksaan yang dilakukan oleh unit pengawasan yang ada di unit organisasi/lembaga yang sedang diawasi.

  • Pengawasan Preventif dan Represif

Selanjutnya adalah pengawasan preventif, yang dalam pengertiannya lebih dimaksudkan pada pengawasan yang dilakukan sebelum kegiatan dilaksanakan. Sehingga dikatakan sebagai upaya pencegahan terjadinya kegiatan yang menyimpang. Contohnya, pengawasan yang dilakukan oleh pemerintah sebagai upaya untuk menghindari hadirnya penyimpangan pelaksanaan keuangan negara yang membebankan dan merugikan negara.

Sedangkan pengawasan represif sendiri merupakan pengawasan yang dilakukan setelah kegiatan tersebut sudah dilaksanakan. Dalam hal ini contohnya adalah pengawasan represif dilakukan pada akhir tahun anggaran. Dimana anggaran yang telah ditentukan lalu disampaikan laporannya.

  • Pengawasan Aktif dan Pasif

Pengawasan aktif atau disebut juga dengan “dekat” dilaksanakan sebagai bentuk pengawasan ditempat kegiatan yang bersangkutan. Sedangkan pengawasan pasif atau “jauh” dilakukan melalui penelitian serta pengujian terhadap laporan pertanggungjawaban yang disertai dengan berbagai bukti penerimaan maupun bukti pengeluaran”.

  • Pengawasan Kebenaran Formil

Adapun yang terakhir adalah pengawasan kebenaran formil. Pengawasan jenis ini dilaksanakan menurut hak “rechtimatigheid” dan pemeriksaan kebenaran materiil. Dalam hal mengenai maksud serta tujuan pengeluaran “doelmatigheid”.

Tujuan Pengawasan

Pengawasan  dilakukan tentunya demi mencapai tujuan. Adapun beberapa tujuan pengawasan antara lain yaitu:

  • Menjamin ketetapan pelaksanaan tugas yang wajib berkesesuaian dengan rencana tersebut, kebijaksanaan dan juga perintah
  • Melaksanakan koordinasi dalam setiap kegiatan yang dilakukan
  • Sebagai upaya pencegahan pemborosan dan penyelewengan
  • Menjamin hadirnya kepuasan masyarakat atas barang maupun jasa yang dihasilkan
  • Membina kepercayaan masyarakat terhadap kepemimpinan organisasi dalam hal pemerintah ataupun tetua yang bersangkutan

Manfaat dan Fungsi Pengawasan

Manfaat Pengawasan

Setelah memahami seluk-beluk dari kata pengawasan, tentu pertanyaan yang muncul adalah “apa manfaat dan fungsi dari pengawasan?”. Nah, menutip dari Terry dan Rue “2000, hl 240” yang mengatakan bahwa manfaat dari pengawasan ialah relatif dan tergantung dari pentingnya kegiatan itu. Termasuk didalamnya sumbangan yang dibuat, serta besarnya organisasi.

Fungsi Pengawasan

Terakhir adalah fungsi pengawasan yang secara poin adalah sebagai berikut:

  • Bertujuan menilai apakah setiap unit-unit telah melakukan kebijaksanaan. Termasuk prosedur yang sudah menjadi tanggungjawabnya masing-masing
  • Bertujuan menilai laporan yang dihasilkan telah menggambarkan kegiatan yang sebenarnya
  • Bertujuan menilai pengendalian manajemen sudah cukup memadai dan dilaksanakan secara efektif
  • Bertujuan meneliti kegiatan yang sudah terlaksana secara efektif, dalam hal sudah mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya
  • Bertujuan meneliti apakah kegiatan sudah dilaksanakan secara efisien

Demikian ulasan kami mengenai pengertian pengawasan. Semoga ulasan kami membantu, khususnya memberikan wawasan baru mengenai pengawasan bagi kamu! Terimakasih sudah singgah.