Google Earth: Pengertian, Sejarah, Fitur dan Manfaat Google Earth

Google Earth merupakan sebuah program globe virtual yang awalnya dikenal sebagai Earth Viewer yang dibuat oleh Keyhole, Inc.. Google Earth memberikan gambaran bumi dari superimposisi gambar yang dikumpulkan dari pemetaan satelit, fotografi udara dan globe GIS 3D.

Google Earth tersedia dalam tiga lisensi berbeda, yakni Google Earth, sebuah versi gratis dengan kemampuan terbatas; Google Earth Plus ($20), yang memiliki fitur tambahan; dan Google Earth Pro ($400 per tahun), yang digunakan untuk penggunaan komersial.

Sejarah Google Earth

Google Earth yang dikembangkan oleh Keyhole, Inc. ini awalnya adalah Earth Viewer yang dirilis pada 11 Juni 2001. Kemudian diambil alih oleh Google pada tahun 2004 dan diganti namanya dari Earth Viewer menjadi Google Earth pada tahun 2005.

Aplikasi Google Earth dapat dijalankan pada Microsoft Windows 2000, XP, atau Vista, Mac OS X 10.3.9 dan ke atas, Linux dan FreeBSD. Dan Google juga menambah pemetaan dari basis datanya ke perangkat lunak pemetaan berbasis web.

Peluncuran Google Earth menyebabkan sebuah peningkatan lebih pada cakupan media mengenai globe virtual dan menarik perhatian publik mengenai teknologi dan aplikasi geospasial antara tahun 2005 dan 2006.

Melalui Google Earth ini Anda dapat melihat rumah, warna mobil, rambu-rambu jalan, orang (yang sudah diblur), layaknya Anda melihat secara langsung. Dan untuk resolusi pada setiap lokasi berbeda-beda, tergantung pada tempat yang dituju, tetapi kebanyakan daerah (kecuali beberapa pulau) dicakup dalam resolusi 15 meter.

Google Earth juga menyediakan fitur dimana Anda dapat mencari alamat (untuk beberapa negara), memasukkan koordinat, atau menggunakan mouse untuk mencari lokasi.

Google Earth juga memiliki data model elevasi digital (DEM) yang dikumpulkan oleh Misi Topografi Radar Ulang Alik NASA. Ini bermaksud agar kita dapat melihat Grand Canyon atau Gunung Everest dalam tiga dimensi, daripada 2D di situs/program peta lainnya.

Sejak November 2006, pemandangan 3D pada pegunungan, termasuk Gunung Everest, telah digunakan dengan penggunaan data DEM untuk memenuhi gerbang di cakupan SRTM.

Mengingat Google Earth memiliki data model elevasi digital (DEM) yang dikumpulkan oleh Misi Topografi Radar Pesawat Ulang-Alik NASA. Banyak orang yang menggunakan aplikasi ini menambah datanya sendiri dan menjadikan mereka tersedia melalui sumber yang berbeda, seperti BBS atau blog.

Google Earth mampu menunjukkan semua gambar permukaan Bumi. dan juga merupakan sebuah klien Web Map Service. Google Earth mendukung pengelolaan data Geospasial tiga dimensi melalui Keyhole Markup Language (KML).

Fitur Google Earth

Anda dapat menjelajahi berbagai belahan dunia seolah secara nyata melalui Google Earth. Melalui berbagai kemampuan yang dimiliki dan terus dikembangkan oleh Google membuat Google Earth selalu berhasil memberikan potret nyata pada setiap negara di hampir seluruh dunia.

1. Tampilan 3D

Google Earth memiliki kemampuan untuk memperlihatkan bangunan dan struktur secara 3D. Adapun pada Google Earth versi lama (sebelum Versi 4), dimana bangunan 3D terbatas pada beberapa kota, dan memiliki tampilan yang buruk tanpa tekstur apapun.

Banyak bangunan dan struktur di seluruh dunia memiliki detil 3D-nya; seperti di negara Amerika Serikat, Britania Raya, Irlandia, India, Jepang, Jerman, Kanada, Pakistan dan kota Amsterdam dan Alexandria. Dan pada bulan Agustus 2007, Hamburg menjadi kota pertama yang seluruhnya ditampilkan dalam bentuk 3D, termasuk tekstur seperti facade.

2. Historical Imagery

Mengetahui keadaan kerak bumi atau lempeng melalui fitur historical imagery yang sudah tersedia dan fitur Earth Seafloor yang dapat diunduh di Earth Gallery.

Fitur historical imagery memberikan gambaran permukaan bumi beberapa tahun yang lalu dan sedangkan fitur Earth Seafloor memberi gambaran letak dari beberapa patahan kerak bumi di laut.

3. Historical Topographic Maps

Mengetahui topografi beberapa wilayah yang sudah dipetakan melalui fitur Historical Topographic Maps. Tampilan topografi menggambarkan tingkat ketinggian suatu wilayah.

4. Geothermal Resource

Mengetahui sumber daya alam panas bumi yang telah dipetakan di sebagian wilayah bumi melalui fitur Geothermal Resource. Melalui fitur ini juga dapat diketahui suhu bumi berdasarkan kedalamannya.

Manfaat Google Earth

Melalui berbagai fitur yang dimilikinya, Google Earth menjadi globe virtual yang menarik dan sangat bermanfaat. Berikut manfaat dari Google Earth terutama bagi bidang geofisika, diantaranya:

  • Mengetahui kondisi morfologi dan kontur permukaan bumi secara nyata.
    Melalui foto tampak atas dari permukaan bumi dengan resolusi gambar yang cukup baik, disertai dengan keterangan derajat lintang dan bujurnya, serta penambahan fitur 3D memungkinkan Anda dapat melihat suatu objek di permukaan dari tampak atas dan dalam bentuk aslinya.
  • Menelusuri permukaan bumi yang ada di darat bahkan di laut, serta melihat kenampakan alam yang ada di dalamnya.
  • Mengetahui gambaran permukaan bumi beberapa tahun lalu, baik gambaran keadaan kerak bumi atau lempeng bumi.
  • Mengetahui tingkat ketinggian suatu wilayah.
  • Mengetahui sumber daya alam panas bumi yang telah dipetakan di sebagian wilayah.
  • Mengetahui tempat-tempat penting di suatu wilayah beserta penjelasan dan foto aslinya.
  • Memetakan rute serta mengkalkulasi jarak suatu tempat.
  • Mencari alamat.
  • GPS (Global Positioning System) atau Sistem Pemosisi Globa yang merupakan sistem untuk menentukan letak permukaan bumi dengan bantuan sinyal satelit.

Demikian artikel megenai Pengertian Google Earth, Sejarah, Fitur, dan Manfaat Google Earth. Semoga informasi yang dimuat dalam artikel ini bermanfaat. Terima kasih.