Contoh Surat Cerai

Semua pasangan pasti menghindari perceraian. Bahkan perceraian merupakan jalan terakhir untuk mengakhiri kemelut rumah tangga yang terjadi.

Dengan kata lain bercerai juga menjadi jalan terbaik dengan berbagai alasan tertentu yang dapat diambil pasangan yang menikah.

Langkah Mengajukan Gugatan Cerai

Perceraian adalah suatu keadaan yang terjadi antara suami dan istri yang tidak dapat lagi mempertahankan mahligai rumah tangga mereka.

Jika bercerai sudah menjadi keputusan final yang tidak dapat lagi di perbaiki, berikut langkah-langkah untuk mengajukan gugatan cerai:

1). Menyiapkan dokumen yang dibutuhkan

2). Mendaftarkan gugatan cerai ke Pengadilan

3). Membuat surat gugatan cerai

4). Menyiapkan biaya perceraian

5). Mengetahui tata cara dan proses persidangan

6). Menyiapkan saksi

Poin Penting dalam Surat Cerai

Nah salah satu hal penting yang harus kamu persiapkan adalah surat cerai. Untuk menulisnya kamu harus mencantumkan poin-poin sebagai berikut:

1). Identitas pihak pertama yaitu identitas diri pihak yang ingin meminta cerai.

2). Identitas pihak kedua yaitu identitsa diri pihak yang menyetujui perceraian.

3). Isi surat pernyataan yaitu bahwa kedua belah pihak telah sepakat untuk bercerai.

4). Penutup yang berisi pernyataan lainnya.

5). Saksi-saksi di dalam proses perceraian.

6). Tanda tangan di atas materai

Dalam menulis surat cerai kamu juga harus mencantumkan dengan jelas alasanmu menggugat cerai.

Alasan ini harus dapat di terima oleh pengadilan seperti adanya penganiayaan, kekerasan, penelantaran, pertengkaran yang terus-menerus, dan sebagainya. Berikut contoh surat cerai.

Contoh Surat Cerai

SURAT PERNYATAAN CERAI

Yang bertanda tangan di bawah ini menerangkan dengan sesungguhnya bahwa :

Pihak I
Nama :
Tempat, tanggal lahir :
Agama :
Pekerjaan :
Kewarganegaraan :
Alamat :

Selanjutnya disebut “Penggugat”.

Pihak II
Nama :
Tempat, tanggal lahir :
Agama :
Pekerjaan :
Kewarganegaraan :
Alamat :

Selanjutnya disebut “Tergugat”.

Bahwa dengan ini kedua belah pihak, baik pihak I maupun pihak II telah sepakat untuk bercerai atau mengakhiri hubungan sebagai suami istri dan atau kedua belah pihak tidak lagi memiliki hubungan dalam bentuk apapun juga Sesuai dengan ketentuan Perundang-undangan yang berlaku, berdasarkan kemauan kami sendiri tanpa ada unsur paksaan dari pihak mana pun.

Demikian surat penyataan ini kami buat dengan sebenar-benarnya secara sadar dan dalam keadaan sehat jasmani maupun rohani.

Bandung, 20 Mei 2022

Pihak I Pihak II

…………………………………………

Saksi-saksi :
1. ……………….
2. ……………….
3. ……………….

Contoh Surat Gugatan Cerai

Perihal : Gugatan Cerai

Semarang, 20 April 2022
Kepada Yth.
Ketua Pengadilan Agama Kota Semarang

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Dengan segala hormat, perkenankanlah, saya yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama :
Tempat, tanggal lahir :
Agama :
Pendidikan :
Status Perkawinan :
Pekerjaan :
Kewarganegaraan :
Alamat :

Selanjutnya disebut “Penggugat”.
Dengan ini mengajukan gugatan perceraian terhadap:

Nama :
Tempat, tanggal lahir :
Agama :
Pendidikan :
Status Perkawinan :
Pekerjaan :
Kewarganegaraan :
Alamat :

Selanjutnya disebut “Tergugat”.
Dengan alasan gugatan sebagai berikut:

1. Bahwa Penggugat dan Tergugat adalah suami istri yang sah telah melangsungkan perkawinan secara agama …………. Pada tanggal ………………….. bertempat di ………………………., sesuai dengan Kutipan Akta Perkawinan Nomor ……… Tanggal ……………………..

2. Bahwa dari perkawinan Penggugat dan Tergugat tersebut tidak dikaruniai/telah dikaruniai anak yaitu:
• ………………………………, Perempuan/ Laki-laki, lahir di ………………..….. pada tanggal ……………………….;
• ………………………………, Perempuan/ Laki-laki, lahir di ………………..….. pada tanggal ……………………….;

3. Bahwa pada awalnya perkawinan Penggugat dan Tergugat berjalan dengan rukun dan damai serta harmonis sebagaimana layaknya suami istri pada umumnya, namun sejak …………. Hubungan antara Penggugat dan Tergugat mulai tidak harmonis karena masalah antara lain:
a. ……………
b. ……………
c. …………….

4. Bahwa segala upaya untuk mempertahankan keutuhan rumah tangga telah dilakukan Penggugat namun tidak berhasil dan menemui jalan buntu, dengannya oleh karena kehidupan rumah tangga antara Penggugat dan Tergugat sudah tidak akur dan tidak ada harapan untuk rukun kembali, maka tidak ada jalan lain bagi Penggugat mangajukan gugatan cerai terhadap Tergugat;

Berdasarkan uraian-uraian tersebut di atas, Penggugat memohon kepada Yang Terhormat Ketua Pengadilan Negeri …………………. cq. Majelis Hakim yang akan memeriksa dan mengadili perkara ini agar sudi kiranya menjatuhkan putusan yang amarnya berbunyi sebagai berikut :

1. Mengabulkan gugatan Penggugat seluruhnya;

2. Menyatakan hokum bahwa perkawinan antara Penggugat dan Tergugat yang dilangsungkan secara agama ………… pada tanggal ……………. Bertempat di …………………………, sesuai dengan Kutipan Akta Perkawinan Nomor …………………… tanggal ………………………………, sah putuh karena perceraian dengan segala akibat hukumnya;

3. Memerintahkan kepada Panitera Pengadilan Negeri ………………… mengirimkan sehelai turunan resmi putusan perceraian tersebut yang telah berkekuatan hokum kepada Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kab/Kota …………….., selanjutnya agar dicatatkan dalam register yang dipergunakan untuk itu;

4. Menetapkan biaya menurut hukum ;

ATAU ;

Apabila Majelis Hakim berpendapat lain, mohon putusan yang seadil-adilnya;

Hormat Penggugat

…………………………….

Demikianlah informasi mengenai contoh surat pernyataan cerai yang bisa kami bagikan untukmu.

Sebaiknya kamu pikirkan matang-matang terlebih dahulu sebelum kamu mengajukan surat perceraian tersebut ya. Terimakasih telah singgah.