Apa Itu Fotografi, Sejarah, Fungsi dan Teknik Dasarnya

Saat ini berbagai sosial media menghiasi dunia maya dimana penggunanya bisa membagikan apapun tentang mereka termasuk foto.

Berbagai foto bisa ditemukan di media sosial mulai dari foto selfie tak berarti hingga foto yang bernilai tinggi.

Foto yang bernilai tinggi tentu dijepret dengan teknologi kamera yang mumpuni dan atau teknik fotografi yang tak bisa disepelekan.

Jika Anda hobi dengan fotografi, Anda tidak selalu perlu membeli kamera DSLR, tapi bisa dengan memanfaatkan ponsel Anda. Sebagaimana yang diketahui, ponsel zaman now telah dilengkapi fitur kamera canggih dan lebih mudah mengaturnya.

Tapi sebelum menjadi super canggih seperti saat ini, fotografi telah mengalami sejarah yang panjang. Namun sebelum membahas itu, ada baiknya kita kenali dulu apa itu fotografi.

Pengertian Fotografi

Fotografi adalah kegiatan melukis cahaya yang secara teknis dianggap sebagai proses atau metode menghasilkan gambar atau foto dari objek cahaya yang dipantulkan.

Secara etimologis, fotografi diambil dari bahasa Yunani yaitu Fos dan Grafo. Fos artinya kilat atau cahaya sementara Grafo artinya aktivitas melukis, menulis atau menggambarkan.

Kata Fos Grafo ini kemudian diadopsi ke dalam bahasa Inggris menjadi Photography dimana Photo juga berarti cahaya dan graph dalam Bahasa Inggris juga berarti gambar, citra atau bentuk gambaran.

Photography kemudian diartikan sebagai seni dan ilmu untuk menangkap gambar permanen dari cahaya atau gelombang elektromagnetik.

Dalam konsep ilmu kimia dan alkemis, definisi fotografi dipahami sebagai momentum elektronik yang terjadi dalam sensor gambar.

Dengan demikian, pengertian fotografi secara umum adalah suatu seni menangkap cahaya dengan kamera yang dilakukan lewat sensor digital atau film lalu membentuk gambar yang dikenal dengan nama foto.

Dengan peralatan seperti kamera, seseorang dapat memotret panjang gelombang cahaya yang tak bisa dilihat oleh mata manusia termasuk sinar ultraviolet, inframerah dan gelombang radio.

Pengertian Fotografi Menurut Ahli

Berikut dibawah ini pengertian Fotografi menurut ahli, antara lain sebagai berikut.

1. Ansel Adam mengatakan bahwa fotografi adalah sesuatu yang lebih dari sekadar sebuah sarana ide komunikasi faktual. Fotografi adalah sebuah seni kreatif.

2. Elliot Erwitt mendenisikan fotografi sebaga sebuah seni observasi.

3. Michael Langford menyebut pada dasarnya fotografi adalah kombinasi antara imajinasi dengan desain visual, keterampilan, dan kemampuan pengorganisasian praktis.

Sejarah Fotografi

Sebelum bisa dilakukan dengan mudah lewat gadget yang Anda genggam sekarang ini, fotografi memiliki sejarah yang panjang.

Fotografi sudah ada di dunia ini jauh sebelum Masehi tepatnya pada abad ke-5 sebelum Masehi (SM).

1. Camera obscura

Bermula pada saat itu ada seorang pria yang bernama Moti mengamati suatu gejala yang dinamakan fenomena camera obscura.

Dimana dalam fenomena tersebut menunjukkan gejala jika pada dinding ruangan yang gelap terdapat lubang kecil (pinhole), maka di bagian dalam ruang itu akan terefleksikan pemandangan di luar ruang secara terbalik lewat lubang tadi.

Beberapa abad kemudian setelah ditemukannya fenomena itu oleh Moti, fenomena ini kemudian banyak disadari dan dikagumi banyak tokoh lain seperti Aristoteles di abad ke-3 SM.

Lalu pada abad ke-10 SM ada ilmuwan asal Arab bernama Ibnu Haitam (Al Hazen) yang berusaha untuk menangkap fenomena ini ke dalam suatu alat.

Kemudian di 1558, Giambattista Della Porta, seorang ilmuwan asal Italia, menyebut “camera obscura” pada sebuah kotak yang berfungsi untuk membantu pelukis menangkap bayangan gambar.

Berbagai penelitian dilakukan untuk perkembangan fotografi tersebut. Dan akhirnya pada tahun 1824, Joseph-Nichephore Niecpe (1765-1833) yakni seorang seniman lithography asal Perancis berhasil melahirkan sebuah imaji yang agak kabur.

Imaji itu didapat melalui proses meng-exposed pemandangan dari jendela kamarnya, melalui proses yang disebutnya Heliogravure (proses kerjanya mirip lithograph) di atas pelat logam yang dilapisi aspal selama delapan jam.

Sejak saat itu ia melanjutkan penelitiannya hingga pada tahun 1826 dimana tahun ini merupakan sejarah awal fotografi yang sebenarnya.

Foto yang dihasilkan pada percobaan saat itu sampai saat ini masih ada dan disimpan dengan baik di University of Texas di Austin, Amerika Serikat.

2. Foto Pertama

Pada tanggal 19 Agustus 1839, Louis-Jacques Mande’ Daguerre (1787-1851) yakni seorang desainer panggung opera sekaligus pelukis dinobatkan sebagai orang pertama yang berhasil membuat foto yang sebenarnya.

Ia menemumukan proses yang kemudian disebut dengan daguerreotype.

Itu adalah sebutan untuk proses yang ditemukan melalui peristiwa dimana sebuah gambar permanen pada lembaran plat tembaga perak yang dilapisi larutan iodin yang disinari selama satu setengah jam cahaya langsung dengan pemanas mercuri (neon).

Nah, untuk menciptakan gambar yang permanen, pelat harus dicuci menggunakan larutan garam dapur dan air suling.

3. Lahirnya fotografi

Sejarah berlanjut pada tahun 1839, yakni abad ke-19 di Perancis yang diresmikan sebagai tahun awal lahirnya fotografi.

4. Rol film dan Kodak

Karena keunikannya fotografi pun kian populer dan diminati masyarakat.

Pada tahun 1880-an, George Eastman di Amerika menempatkan rol film fleksibel di pasar.

Kemudian di 1889, George Eastman kembali memperkenalkan produk baru yang berkaitan dengan dunia fotografi yakni kamera Kodak pertama.

Kamera Kodak pertama ini memiliki slogan “Anda menekan tombol dan kami melakukan sisanya”.

5. SLR

Kamera Single Lens Reflex (SLR) baru muncul pada tahun 1950.

Pada saat yang sama Jepang juga mulai memasuki dunia fotografi dengan memproduksi kamera NIKON.

Sedangkan pada tahun 1972 sudah mulai dipasarkan kamera Polaroid yang ditemukan oleh Edwin Land.

Kamera polaroid memiliki kemampuan dapat menghasilkan gambar tanpa melalui proses pengembangan dan pencetakan film.

Seiring perkembangan jaman, berbagai teknologi terkait fotografi semakin maju. Bisa kamu lihat bagaimana sekarang berbagai jenis kamera dan lensa yang begitu beragam.

Jenis – Jenis Fotografi

Berikut dibawah ini jenis – jenis Fotografi, antara lain sebagai berikut.

– Portrait Photography, yakni fotografi dengan karakteristik dan kepribadian yang unik dari setiap orang. Karena ia akan berfokus pada wajah seseorang.

Fotografi jenis ini bukan semata menampilkan foto manusia saja, tapi juga bisa menangkap ekspresi, mimik, kepribadian, maupun suasana hati seseorang agar foto yang dihasilkan lebih berkesan.

Untuk mendapatkan itu, maka wajah seseorang menjadi fokus utama agar kesan emosionalnya dapat dimunculkan.

– Landscape Photograpy, yakni photography yang memfokuskan objeknya pada pemandangan alam seperti pantai ataupun gunung.

– Fotografi Human Interest, yakni mengambil objek utama yaitu bagaimana sisi kehidupan dan interaksi manusia dengan lingkungan sekitar dalam kesehariannya. Bisa dikatakan fotografi jenis ini adalah foto yang bercerita.

– Aerial Photography, yakni jenis fotografi ini yang membuat Anda seolah memiliki mata seekor burung yang melihat segalanya dari ketinggian.

Aerial photography memiliki ciri yang unik dari pengambilannya, yaitu dilakukan dari atas (high angle).

– Stage Photography, yakni fotografi yang fokus pada peristiwa di atas panggung. Misalnya konser, kampanye atau lainnya.

Tantangan di jenis fotografi ini adalah gerakan objek sulit diprediksi ditambah dengan tata lampu (lighting) yang berubah-ubah menjadi tantangan jika ingin menggeluti jenis stage photography.

– Wildlife Photography, yakni jenis fotografi yang mengabadikan kehidupan alam liar. Jadi bisa dibayangkan, Anda memotret singa lapar yang sedang makan.

Tentu saja, itu akan memberikan sensasi yang berbeda dan lebih memicu adrenalin, apalagi jika hewan yang ditemui adalah hewan-hewan buas.

– Macro Photography, yakni fotografi yang nerfokus menangkap gambar dari objek-objek yang memiliki ukuran kecil seperti serangga atau bunga yang ada di sekitar seringkali luput dari perhatian.

– Photojournalism / journalism photography, yakni fotografi yang bertujua menyajikan foto yang memiliki cerita atau nilai berita. Kemudian, foto tersebut dapat digunakan untuk keperluan penayangan berita atau publikasi di media massa.

– Fashion Photography, yakni fotografi yang berfolus pada pakaian, gaya rambut, aksesoris dan lainnya.

– Street Photography, yakni fotografi yang mengambil objek kehidupan di jalanan.

Ada ciri khas yang ditawarkan oleh street photography, ialah suatu pendekatan yang berusaha menampilkan realitas sesungguhnya yang terjadi di ruang publik secara spontan.

– Architectural Phorography, seni fotografi yang berfokus pada keindahan bangunan.

– Sport Photography, yakni fotografi event olahraga. Sport photography berusaha untuk mengabadikan setiap kejadian yang menarik di tengah lapangan atau lintasan.

– Food Photography, yakni seni fotografi yang berfokus pada gambar makanan atau kuliner.

Food photography menuntut sang fotografer agar mampu menciptakan komposisi yang bagus dan memperlihatkan detail serta tekstur yang dibidiknya.

– Still Life Photography

Jenis fotografi ini menawarkan tantangan besar yaitu bagaimana membuat objek benda mati yang akan dibidik bisa tampak lebih hidup.

Dengan kata lain, objek yang ada nantinya tidak sekadar menampilkan benda mati saja.

Namun, lebih dari itu, still life photography mampu bercerita kepada penikmat foto lewat komposisi, properti, dan tentunya pencahayaan yang bagus.

Teknik Fotografi

Fotografi memerlukan beberapa teknik dalam pengambilan gambar sebelum gambar yang dihasilkan sesuai dengan keinginan.

Sebenarnya zaman sekarang ini fotografi sudah sangat mudah dilakukan lewat ponsel, mengingat ponsel zaman now dibekali teknologi kamera yang super canggih.

Tutorial mengambil gambar bak fotografer profesional pun dapat ditemukan dengan mudah di media sosial. Selain itu, sesudah mengambil gambar, Anda bisa langsung mengedit dan menampilkannya di media sosial Anda.

Begitupun, sebagian orang khususnya para profesional masih berfokus pada kamera. Menggunakan kamera secara profesional tidak boleh sembarangan. Anda bisa mengaturnya menjadi mode auto jika masih belum menguasai tekniknya.

Apa saja teknik dasar fotografi?

1. HDR (High Dynamic Range)

HDR adalah sebutan untuk serangkaian teknik yang biasa digunakan dalam fotografi.

Biasanya, teknik ini digunakan untuk memproduksi sebuah jangkauan cahaya dinamis yang lebih besar dibanding menggunakan teknik fotografi standar.

Kamera non-HDR hanya dapat mengambil gambar dengan jangkauan cahaya yang terbatas. Foto yang dihasilkan menjadi kurang detail pada area gelap atau terang.

Sedangkan, teknik HDR mampu untuk menutupi kekurangan tersebut dengan mengambil banyak foto pada tingkat pencahayaan berbeda. Dan, menggabungkannya untuk menghasilkan foto dengan jangkauan tone yang lebih luas.

2. High speed

Teknik fotografi high speed pada dasarnya adalah teknik menangkap gambar dengan shutter yang sangat cepat.

Shutter speed yang digunakan untuk teknik fotografi ini jauh lebih cepat, yaitu 1/8000s.

Dengan shutter speed yang lebih cepat tersebut, kamu dapat membekukan peristiwa yang ingin dibidik dan menghilangkan blur yang mengganggu.

Dalam teknik ini, Anda juga harus menggunakan kamera dengan lensa aperture yang lebar, pencahayaan yang terang, dan ketepatan pengaturan ISO.

Catatan tambahannya adalah bahwa Anda harus memiliki sensor yang baik, shutter dan lampu sorot yang juga baik.

3. Soft focus

Teknik soft focus bisa dihasilkan dengan menggunakan kamera khusus yang menciptakan garis lembut di foto.

Sehingga, foto yang dihasilkan akan tampak sedikit buram, tapi memiliki garis tepi yang tajam.

4. Infrared

Teknik ini bisa dikatakan sebagai sebuah seni menangkap cahaya yang tak terlihat.

Sehingga, dapat disebut sprektrum warna infrared. Saat ini, sangat memungkinkan untuk memotret dengan teknik ini menggunakan kamera digital.

Untuk menghasilkan foto dengan teknik infrared, kamu memerlukan filter infrared dan juga tripod.

5. Fisheye

Teknik ini bisa dilakukan dengan memanfaatkan lensa fisheye dengan pandangan melingkar 180 derajat.

Dapat menghasilkan foto dengan perspektif yang berbeda, baik itu di dalam ruangan maupun di luar ruangan.

6. Levitasi

Apa itu teknik levitasi? Teknik fotografi levitasi akan membuat objek dalam foto seolah-olah melayang. Dalam pembuatannya, fotografi levitasi ini bisa dilakukan dengan cara manual ataupun melalui proses editing.

Untuk mendapatkan foto levitasi, harus mengatur kamera dengan shutter speed yang tinggi.

Selain itu, juga harus memastikan lokasi foto adalah lokasi dengan pencahayaan yang cukup karena shutter speed yang tinggi membutuhkan cahaya yang lebih.

7. Teknik fotografi siluet

Ketika Anda memotret ke arah cahaya, maka objek yang membelakangi cahaya akan gelap. Cahaya terang hanya tertangkap kamera di bagian belakang objeknya.

Namun itu bukan suatu kegagalan. Ada juga teknik fotografi jenis ini, yakni siluet.

Hal pertama yang harus kamu perhatikan dalam menggunakan teknik fotografi siluet ini adalah mematikan flash.

Kemudian, mencari waktu kondisi pencahayaan yang tepat. Waktu terbaik yang biasa dimanfaatkan untuk teknik ini adalah saat sunrise dan sunset.

Namun, bisa melakukannya kapan saja asalkan dapat menemukan latar belakang dengan pencahayaan yang tepat.

Lalu, usahakan agar menggunakan objek yang memiliki bentuk menarik. Sebisa mungkin, gunakan mode manual untuk pengaturan exposure kamera yang digunakan.

8. Light painting

Fotografi light painting ini adalah salah satu kreasi yang bisa dihasilkan dengan memanfaatkan shutter speed lambat (long exposure).

Sehingga, kamera bisa merekam jejak cahaya yang Anda buat dan membentuk beragam model yang sesuai dengan keinginan Anda.

Teknik fotografi light painting ini membutuhkan tripod dan kamera yang diatur dalam mode manual.

Kemudian, pilih Aperture di f/8-f/11 agar kesleuruhan foto cahaya yang kamu hasilkan nantinya bisa tampak tajam. Pilihlah shutter speed lambat, 10-30 detik serta atur ISO di angka 100 atau 200.

Demikian ulasan mengenai apa itu fotografi, sejarah, jenis hingga tekniknya. Semoga bermanfaat. (*)